• Sabtu, 22 Januari 2022

Permasalahan Sektor Keuangan Berulang, Strategi Institute : Pengawasan OJK Dinilai Melemah

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Ilustrasi salah satu fungsi OJK dalam hal pengawasan  (Rilsonav dari Pixabay )
Ilustrasi salah satu fungsi OJK dalam hal pengawasan (Rilsonav dari Pixabay )

STRATEGI.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang melakukan pengawasan sektor keuangan dinilai lemah dalam melakukan pengawasan. Hal ini bisa dibuktikan dari serangkaian kasus sektor yang menganggu sektor keuangan nasional.

Mulai dari permasalahan di pasar modal, pembentukan harga yang tidak credibel berdampak pada diragukannya nilai investasi dana pensiun (dapen) atau asuransi. Fungsi pengawasan OJK  yang tidak berjalan dengan baik, mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari masyarakat kepada OJK.

Terakhir, yang sedang viral dan ramai dibicarakan publik adalah konsumen pinjaman online (Pinjol). OJK dinilai tidak melakukan perlindungan dengan benar terhadap konsumen Pinjol.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat

Juga, masalah Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) yang sampai saat ini konsumennya belum benar-benar terlindungi oleh OJK sebagai institusi yang memiliki otoritas dalam penyelengaraan jasa keuangan nonbank.

Melihat hal tersebut pengamat kebijakan publik dari Stategi Institute Anthony Danar, SE, M.Si mengungkapkan bahwa ketika kita akan melakukan evaluasi mengenai kinerja OJK maka perlu dikedepankan mengenai Tupoksi dari OJK itu sendiri.

Baca Juga: Komjen Firli Bahuri: Berikan Penghargaan Kepada TNI, Polri yang Sudah Bekerja Keras Mengendalikan Covid-19

Anthony menilai fungsi OJK  untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan dan bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB adalah menjdi dasar dari penilaian kita mengenai OJK.

"Apabila kita melihat OJK yang saat ini tidak bisa berjalan dengan baik menjalankan Tupoksinya maka ada mekanisme yang salah dalam diri OJK," ujar Anthony Jakarta, Selasa (26/10/21).

Baca Juga: ICW Sebut Pemberantasan Korupsi Era Jokowi Sebatas Lip Service Belum Kerja Nyata

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Data Masyarakat PBI Antar Kementerian Tidak Sinkron

Rabu, 24 November 2021 | 20:00 WIB

MUI Mengharamkan Uang Kripto, Media Dunia Heboh

Sabtu, 13 November 2021 | 12:00 WIB

LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba

Rabu, 10 November 2021 | 10:00 WIB

Jadikah Ibu Kota Pindah, Bagaimana Anggarannya?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:45 WIB
X