• Selasa, 25 Januari 2022

LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba

- Rabu, 10 November 2021 | 10:00 WIB
LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba  (Foto:LPEI)
LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba (Foto:LPEI)

STRATEGI.ID - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional selain memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi juga memiliki mandat untuk mengembangkan kapasitas masyarakat agar mampu ekspor melalu program jasa konsultasi.

Salah satu program jasa konsultasi LPEI yaitu program pendampingan Desa Devisa. Program ini merupakan pendampingan kepada kelompok/klaster yang berpotensi untuk melakukan aktifitas produksi komoditas unggulan secara berkelanjutan dengan tujuan peningkatan kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa.

Baca Juga: Mau Download Twibbon PAHLAWANKU INSPIRASIKU di Hari Pahlawan 10 November, Ini Linknya

Setelah Gresik dengan tenunnya, kini Kabupaten Klungkung dengan komoditas Garam menjadi Desa Devisa ke-26. Kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI, Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan LPEI yang sebelumnya dituangkan dalam Nota Kesepahaman dan menjadi poros program Desa Devisa Garam Kusamba Klungkung yang memiliki visi untuk membawa garam lokal berkualitas menjadi lebih mendunia.
  
“Garam Kusamba sudah dikenal sejak masa Kerajaan Klungkung sehingga perlu dikembangkan sebagai salah satu penghasil devisa. Program Desa Devisa Garam Kusamba akan memberikan berbagai pendampingan mulai dari aspek produksi sampai pemasaran ke luar negeri," ujar Direktur Eksekutif LPEI, James Rompas, kepada media, Selasa (9/11/21).

Baca Juga: Makna Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu Bali

Sebelumnya, James Rompas megatakan, manfaatnya akan dirasakan hingga lebih dari 100 petani garam di Desa Kusamba dan Pesanggrahan, Kabupaten Klungkung,  pada acara “Peresmian Desa Devisa Garam Kusamba”, beberapa hari lalu.

Garam yang dihasilkan oleh petani yang tergabung dalam Koperasi Mina Segara Dana memiliki kualitas premium diolah secara tradisional, dijemur diatas batang kelapa yang dibelah menjadi dua bagian sebagai media jemurnya, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih, warna putih, tekstur halus dan rasa asin yang rendah.

Baca Juga: Fenomena Sadfishing di Media Sosial TikTok

"Pendampingan yang diberikan untuk lebih meningkatkan kualitas produk adalah produksi Bali Sea Salt Rub, Branding Development, pameran dagang, business matching, hingga sertifikasi produk," ucap James Rompas.
  
DJKN Kemenkeu Bali Nusra sebagai salah satu inisiator dalam program Desa Devisa juga antusias dengan keberlanjutan komitmen bersama sejumlah pihak untuk memajukan Desa Kusamba di Klungkung Pihaknya menyatakan siap untuk mendukung produk Garam Kusamba menjadi semakin dikenal dan berkualitas

Baca Juga: Simak Ini Aturan Terbaru OJK Tentang Pinjol Ilegal

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Data Masyarakat PBI Antar Kementerian Tidak Sinkron

Rabu, 24 November 2021 | 20:00 WIB

MUI Mengharamkan Uang Kripto, Media Dunia Heboh

Sabtu, 13 November 2021 | 12:00 WIB

LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba

Rabu, 10 November 2021 | 10:00 WIB

Jadikah Ibu Kota Pindah, Bagaimana Anggarannya?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:45 WIB
X