• Kamis, 2 Desember 2021

Kecewa Ketidaktegasan OJK, Korban Fraud Surati Presiden dan Kemenkeu

- Rabu, 24 November 2021 | 09:12 WIB
Dosma Roha Sijabat, kuasa hukum korban fraud di salah satu bank swasta.  (Istimewa)
Dosma Roha Sijabat, kuasa hukum korban fraud di salah satu bank swasta. (Istimewa)

STRATEGI.ID - Dosma Roha Sijabat, kuasa hukum mendiang Sutopo Sukamdi - seorang nasabah yang menjadi korban dugaan fraud (penipuan) yang dilakukan oknum karyawan bank swasta di PT CGS-CIMB, mengaku kecewa terhadap ketidaktegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memutuskan laporan kliennya. Dosma pun mengaku telah melaporkan OJK ke Presiden Jokowi dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kami menilai putusan OJK mengenai fraud yang dilakukan oleh karyawan PT CGS-CIMB, kurang tegas dan merugikan klien kami. Karena itu, kami telah melaporkan ke Presiden dan menteri Keuangan,"kata Dosma kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Menurut dia, ada dua jawaban yang diputuskan oleh OJK dan dianggap tidak tegas. "Pertama, silakan selesaikan pengaduan atas penggantian ganti rugi, yang kedua hanya silahkan memperbaiki mekanisme,"ujarnya.

Baca Juga: Review Film Perverse Family, yang Bikin Penonton Trauma namun Linknya Masih dicari Netizen

Padahal seharusnya, jika keputusan OJK masih abstrak dan tidak sesuai dengan Pasal 30 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011, lembaga jasa keuangan wajib memberikan ganti kerugian dan OJK wajib memberi perintah atau tindakan tegas.

Oleh sebab itu, Dosma menilai putusan OJK juga bertentangan dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo pada saat pertemuan tahunan industri jasa keuangan pada 15 Januari 2021. Saat itu, Jokowi meminta agar yang OJK jangan sampai menjadi lembaga yang mandul. OJK, kata Presiden, harus mengeluarkan 'taringnya' dengan menjaga kredibiltas dan integritas.

"OJK kini mandul dan seperti macan ompong,"sindirnya.

Baca Juga: Kejati Jawa Barat: Wartawan Bukan untuk Ditakuti Ajak Diskusi

Kasus fraud ini terjadi pada rentang September 2020 hingga April 2021. Ada fraud trade confirmation atau menyalahgunakan akun tanpa seizin korban, dan kesalahan ini diduga diketahui oleh pimpinan PT CGS-CIMB.

Halaman:

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Data Masyarakat PBI Antar Kementerian Tidak Sinkron

Rabu, 24 November 2021 | 20:00 WIB

MUI Mengharamkan Uang Kripto, Media Dunia Heboh

Sabtu, 13 November 2021 | 12:00 WIB

LPEI Tingkatkan Devisa Bali dengan Garam Kusamba

Rabu, 10 November 2021 | 10:00 WIB

Jadikah Ibu Kota Pindah, Bagaimana Anggarannya?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:45 WIB
X