• Selasa, 25 Januari 2022

Tradisi Sekaten, Ritual Unik Maulid Nabi Khas Jawa

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Arak-arakan gunungan berisi hasil bumi adalah bentuk rasa syukur pada Allah SWT atas limpahan rezeki, nantinya gunungan tersebut akan dibagi kepada masyarakat sebagai wujud sedekah  ( Tangkapan layar Kanal Youtube Kraton Jogja)
Arak-arakan gunungan berisi hasil bumi adalah bentuk rasa syukur pada Allah SWT atas limpahan rezeki, nantinya gunungan tersebut akan dibagi kepada masyarakat sebagai wujud sedekah ( Tangkapan layar Kanal Youtube Kraton Jogja)

STRATEGI.IDMaulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender hijriah.

Indonesia menjadikan Maulid Nabi ini sebagai hari libur nasional. Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam mempunyai beragam tradisi dan ritual unik dalam menyambut dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Di Pulau Jawa ada perayaan Sekaten atau Grebeg Maulud. Bisa dikatakan ini salah satu perayaan terbesar masyarakat Surakarta dan Yogyakarta.

Baca Juga: 5 Ciri Khas Seorang Santri, Selamat Hari Santri Nasional 2021

Tradisi yang dimulai sejak abad 15 ini dipercaya sebagai perpaduan antara kesenian dan dakwah Islam di Jawa. Saat tradisi Sekaten selalu diadakan pasar malam selama satu bulan penuh. Sedangkan Grebeg Maulud yang merupakan rangkaian acara Sekaten berbentuk kirab gunungan. Ini adalah puncak acara dari tradisi Sekaten.

Tradisi dan ritual unik Keraton Surakarta dan Yogyakarta saat Maulidan kerap mengundang para wisatawan dari berbagai daerah untuk menyaksikannya secara langsung. Namun sayangnya, sejak terjadi pandemi Covid-19 pihak keraton memutuskan untuk meniadakan gelaran peringatan Maulid Nabi.

Padahal sebelum pandemi, keraton selalu memperingati Maulid Nabi dengan gelaran Sekaten. "Kami kembali meniadakan Grebeg Maulud, termasuk perayaan pasar malam sekaten dan gamelan juga tidak ada, karena situasi yang belum memungkinkan," kata Pengageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo kepada wartawan, Senin (18/10/21).

Baca Juga: Teks Pidato Presiden Bung Karno pada Peringatan Maulid Nabi SAW di Istana Negara pada Tahun 1963

Meski demikian, keraton tetap menggelar upacara tradisi. Upacara akan digelar terbatas di dalam Keraton Kasunanan Surakarta.

"Ada prosesi jamasan pusaka dilakukan dilingkungan keraton. Gunungan Grebeg Mulud diganti dengan wilujengan dan hanya melibatkan 50-100 orang," ujarnya.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor Universitas Moestopo Gelar Pameran Lukisan

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:00 WIB

Manfaat Akar Bahar Baik Untuk Kesehatan dan Mistik

Selasa, 30 November 2021 | 21:00 WIB
X