• Minggu, 23 Januari 2022

Publikasi Di Jurnal Ilmiah Saat Ini Menjadi Keharusan Bagi Dosen dan Peneliti

- Selasa, 30 November 2021 | 21:45 WIB
Publikasi Di Jurnal Ilmiah Saat Ini Menjadi Keharusan Bagi Dosen dan Peneliti (Ilustrasi: apjiki)
Publikasi Di Jurnal Ilmiah Saat Ini Menjadi Keharusan Bagi Dosen dan Peneliti (Ilustrasi: apjiki)

STRATEGI.ID - Dengan dikeluarkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 106/E/KPT/2021, maka diharapkan penerbit jurnal ilmiah tetap menjaga dan meningkatkan mutu terbitannya agar menjadi wahana komunikasi ilmiah antara peneliti, akademisi dan masyarakat pengguna.

Keputusan ini mendapat repson positif dari berbagai pengelola jurnal ilmiah di berbagai perguruan tinggi. Tugas menjaga dan meningkatkan mutu menjadi tantangan sekaligus kerja konkrit bagi para pengelola jurnal ilmiah.

Baca Juga: APJIKI Siap Hadapi Perubahan Kebijakan Akreditasi Jurnal

"Saat ini jurnal ilmiah menjadi salah satu ukuran dari penyelenggaran Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian yang dipublikasikan," ujar Sekretaris Jendral Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi (APJIKI), Fizzy Andriani, kepada strategi.id, Selasa (30/11/21).

Menurut Fizzy Andriani, khusus untuk jurnal ilmiah komunikasi saat ini berjumlah 180 penerbit jurnal ilmu komunikasi dari seluruh Indonesia. Ini bukti bahwa perguruan tinggi memberi perhatian tentang pentingnya jurnal ilmiah.

Baca Juga: Positif Tiga Kasus COVID 19, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

"Publikasi di jurnal ilmiah saat ini menjadi sangat penting dan keharusan bagi dosen dan peneliti, terutama publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi," tutur Fizzy Andriani.

Fizzy Andriani mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan jurnal ilmiah nasional terakreditasi ini diperlukan suatu terbitan jurnal ilmiah dengan memenuhi persyaratan mutu tertentu. Penerbit jurnal ilmiah harus menjaga dan meningkatkan mutu terbitannya agar terbitannya menjadi wahana komunikasi ilmiah antara peneliti, akademisi, dan masyarakat pengguna.

Baca Juga: DKI Jakarta Jalankan PPKM Level 2, Siapkan Aplikasi PeduliLindungi Anda

"Penting bagi pengelola jurnal untuk dapat memahami pedoman baru ini, dan diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengukur apakah suatu jurnal ilmiah sudah memenuhi persyaratan mutu minimum untuk diberi pengakuan akreditasi nasional," ungkap Fizzy Andriani yang juga Wakil Pimpinan Redaksi Jurnal Ilmiah WACANA terbitan FIKOM Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) ini.

Halaman:

Editor: Rialdo L Toruan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor Universitas Moestopo Gelar Pameran Lukisan

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:00 WIB

Manfaat Akar Bahar Baik Untuk Kesehatan dan Mistik

Selasa, 30 November 2021 | 21:00 WIB
X