• Selasa, 25 Januari 2022

Kejar Target EBT dan Penurunan Emisi, PLN-CEIA Perkuat Kolaborasi

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:45 WIB
Kejar Target EBT dan Penurunan Emisi, PLN-CEIA Perkuat Kolaborasi (Dok: PLN)
Kejar Target EBT dan Penurunan Emisi, PLN-CEIA Perkuat Kolaborasi (Dok: PLN)

STRATEGI.ID - PT PLN (Persero) dan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) memperkuat kerja sama dalam bidang asistensi teknis inovasi produk energi ramah lingkungan dan dekarbonisasi. Langkah ini dilakukan guna mengakselerasi pencapaian target porsi EBT dan dekarbonisasi.
 
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kerja sama dengan CEIA ini merupakan kerja sama lanjutan, setelah pada 2019 lalu PLN memulai kerja sama dan bidang riset dan inovasi. Pada kerja sama kedua ini nantinya CEIA akan membantu PLN dalam riset pengembangan proyek-proyek strategis PLN dalam mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Pers Harus Adaptif di Era Disrupsi Teknologi 

"PLN sudah mendeklarasikan untuk berperan aktif dalam pengurangan emisi karbon dan bersama pemerintah meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Kolaborasi dengan CEIA ini mempercepat realisasi dan mempertajam perencanaan dari target kami," ujar Darmawan Prasodjo.
 
Mengapa dekarbonisasi ini menjadi penting? Darmawan menjelaskan, PLN berupaya mengurangi emisi 242 juta metrik ton pada tahun 2030 dengan berbagai langkah strategis.

Baca Juga: PLN Teken Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik 2.270 MVA

"Kita tidak bisa tinggal diam karena ini bukan lagi hanya persoalan geopolitik. Isu emisi karbon dan juga energi bersih sejatinya untuk menjaga keberlangsungan hidup anak cucu kita ke depan," ujar Darmawan Prasodjo.
 
Darmawan Prasodjo mengakui, masalah harga yang belum terjangkau menjadi salah satu tantangan utuk mencapai target emisi rendah karbon dan energi bersih. Namun, lambat laun akan menjadi lebih ekonomis seiring dengan pengembangan teknologi dan inovasi.

Baca Juga: Teknologi Canggih Masa Depan Sudah Hadir di Kehidupan Kita

"Perkembangan dan momen ini juga kami perhatikan betul agar kami bisa langsung mengeksekusi langkah strategis. Seperti misalnya saat harga PLTS sudah murah, kami langsung mengeksekusi PLTS apung Cirata," ujar Darmawan Prasodjo.
 
Darmawan menilai pasar di Indonesia telah siap untuk menyerap produk-produk energi baru terbarukan (EBT). Hal ini terlihat dari produk kerja sama PLN dan CEIA Indonesia sebelumnya, Renewable Energy Certificate (REC) yang habis terserap oleh pasar dalam jangka waktu kurang dari satu tahun sejak diluncurkan.

Baca Juga: Kepala BPIP: Kyai Adalah Simbol Kepahlawanan Karena Memperjuangkan Agama dan Negara

Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN Hikmat Drajat juga menjelaskan, dengan penerbitan REC yang dilakukan PLN ini sudah menunjukan hasil yang sangat signifikan. Ia merinci per September ini, segmen retail menjadi pelanggan terbesar dari REC.

Segmen ini berhasil menarik kurang lebih 83 ribu pelanggan dengan total kapasitas REC sebesar lebih dari 250 ribu unit. Sementara untuk segmen korporasi atau enterprise, PLN berhasil mencatatkan 28 pelanggan dengan volume 13.087 unit REC.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Enam Kebijakan Ketat PLN, Cegah Penyebaran Covid 19

Kamis, 20 Januari 2022 | 18:00 WIB

BPIP Diminta Bekali PIP saat PNS Pelatihan Bela Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 21:00 WIB
X