• Rabu, 17 Agustus 2022

Kejar Target Bauran EBT 23 Persen, Simak Seminar Bioenergi PLN Disini

- Rabu, 29 Juni 2022 | 20:30 WIB
Peningkatan Bauran EBT 23.persen melalui Keberlanjutan Pasokan Bahan Bakar Cofiring dan Pembangkit Bioenergi" pada Hari Kamis (30/06/22) (pln.co.id)
Peningkatan Bauran EBT 23.persen melalui Keberlanjutan Pasokan Bahan Bakar Cofiring dan Pembangkit Bioenergi" pada Hari Kamis (30/06/22) (pln.co.id)

STRATEGI.ID - PT PLN (Persero) melakukan upaya pengurangan emisi global dengan memasifkan penggunaan sumber energi bersih dan mengurangi porsi energi fosil khususnya di pembangkitan. Apalagi, dengan target carbon neutral tidak bisa lagi mengandalkan energi fosil yang akan habis.

Pemanfaatan bioenergi sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan mengolah sumber daya yang ada di dalam negeri menjadi jawaban dari kebutuhan energi di tengah tantangan global yang fluktuatif.

Selaras dengan hal tersebut, PLN bersama Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN akan menggelar seminar bioenergi bertema "Peningkatan Bauran EBT 23.persen melalui Keberlanjutan Pasokan Bahan Bakar Cofiring dan Pembangkit Bioenergi" pada Hari Kamis (30/06/22).

Baca Juga: Misi Damai Jokowi, PRIMA: Bukti Nyata Politik Bebas Aktif

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan saat ini PLN sendiri sudah menggunakan bioenergi ini di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui teknologi cofiring. Melalui teknologi ini, PLN tak hanya mengurangi angka ketergantungan akan batu bara tetapi juga menghasilkan energi yang lebih bersih.

"Cofiring merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar biomassa yang bersumber dari tanaman energi, limbah perkebunan, limbah pertanian, limbah pertukangan, bahkan hingga sampah domestik," ujar Wiluyo.

Dari Program cofiring tersebut, PLN telah menghasilkan energi hijau hingga 487 MWh di mana pencapaian tahun 2021 sebesar 269 Mwh dan Jan s.d Mei tahun 2022 sebesar 218 MWh. Hingga Mei, PLN mengimplementasikan teknologi ini di 32 PLTU di seluruh Indonesia.

"Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan PLN mendukung Pemerintah dalam percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menuju target 23% di tahun 2025," ujar Wiluyo.

Baca Juga: Tegas,Dudung Abdurrachman : TNI Jangan Mau Jadi Jongos

Dalam pelaksanaan cofiring, PLN Grup telah membangun rantai pasok penyediaan bahan baku biomasa melalui pendampingan, pengembangan, pembudidayaan tanaman energi, limbah antara lain serbuk kayu atau sawdust, woodchip, bonggol jagung dan solid recovered fuel (SRF) dari sampah, untuk siap digunakan sebagai bahan baku biomasa cofiring.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick Thohir: Keuangan BUMN Semakin Sehat

Jumat, 8 Juli 2022 | 15:00 WIB
X