• Selasa, 19 Oktober 2021

Mengenal Hexana Tri Sasongko, Bos Baru Jiwasraya

- Rabu, 7 November 2018 | 12:00 WIB
strategi.id - asuransi jiwasraya
strategi.id - asuransi jiwasraya

Strategi.id- Kementerian BUMN selaku pemegang saham PT Asuransi Jiwasraya(Persero) resmi mengangkat Hexana Tri Sasongko sebagai Direktur Utama Jiwasraya untuk menggantikan Asmawi Syam.

Penyerahan SK pengangkatan Hexana Tri Sasongko dilakukan oleh Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal di Lantai 7 Kementerian BUMN, Senin (5/11/2018). Hexana sendiri sebelumnya baru diangkat sebagai Direktur Investasi dan Information & Technology Jiwasraya tahun ini.

Baca juga : Saving Plan Jatuh Tempo dan Tidak Bisa Dilunasi Jiwasraya Sebesar Rp 802 Miliar

Sebelum menjalani karier di Jiwasraya, Hexana yang lahir di Klaten, 23 Maret 1964, mengawali karier di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 1999. Sejumlah posisi strategis dijabat antara lain  pada 1999 sebagai Kepala Bagian Pasar Uang Divisi Treasury Kantor Pusat BRI (1999). Pada 2011, Hexana diangkat sebagai Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Kantor Pusat BRI (2011). Tiga tahun setelahnya, ia ditunjuk sebagai Kepala Divisi Corporate Development & Strategy Kantor Pusat BRI (2014).

-


Selang 1 tahun, kariernya menanjak dengan mengisi kedudukan Senior executive Vice President Direktorat IT Strategy & Satelite BRI (2015). Dua tahun selanjutnya, ia dipercaya sebagai Senior Executive Vice President Direktorat Treasury & Global Services BRI (2017).

Pada 2013, ia juga ditunjuk sebagai BRISat Project Manager sekaligus Satellite Mission Director saat peluncuran BRISat pada Juni 2016. Hexana merupakan lulusan Universitas Airlangga dengan gelar sarjana hukum pada 1986. Ia juga memegang gelar MBA untuk International Business dari Monash Mt. Eliza Business School di Monash University, Melbourne, Australia pada 1986.

Baca juga : Jiwasraya Mengalami Tekanan Likuiditas, Tunda Bayar Polis Jatuh Tempo

Penunjukkan Hexana tergolong mengejutkan lantaran Asmawi baru ditunjuk sebagai dirut Jiwasraya pada 18 Mei 2018. Di masa kepemimpinan Asmawi, masalah tekanan likuiditas sehingga membuat perseroan menunda klaim ke nasabah, terutama produk Bancassurance.

Jiwasraya saat ini tengah menghadapi tekanan likuiditas. Alhasil penyedia asuransi jiwa ini menunda pembayaran polis jatuh tempo yang dipasarkan bank (bancassurance) yang sedianya jatuh tempo pada bulan Oktober.

Kasus polis macet ini terungkap dari surat Jiwasraya pada bank agen pemasar asuransinya, salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Jiwasraya bersama pemegang saham akirnya  mengupayakan pendanaan untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Salah satu polis jatuh tempo tersebut adalah asuransi jiwa berbalut investasi yang mereka sebut saving plan hasil kerja sama dengan sejumlah bank sebagai agen penjual. Atas keterlambatan pembayaran pada bank, Jiwasraya memutuskan untuk memberikan bunga 5,75 persen per tahun

Menteri BUMN Rini Soemarno pun telah memerintahkan agar dilakukan audit investigatif terhadap Jiwasraya. Kementerian BUMN ingin melihat kinerja keuangan sekaligus nasabah-nasabah perseroan.

Editor: Danar Priyantoro

Tags

Terkini

Pemerintah Fokus Mengembangkan 5 DPSP di Indonesia

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:00 WIB

RDMP Balikpapan Gesit Kembangkan Terminal Lawe-Lawe

Kamis, 7 Oktober 2021 | 22:00 WIB

RNI ajak Milenial Tingkatkan Kemitraan Petani Tebu

Kamis, 7 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Erick Thohir Akan Menutup Tujuh BUMN

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB

PMT Berlali Kencang Kelola Pelabuhan Kuala Tanjung

Selasa, 28 September 2021 | 18:30 WIB

BUMN Klaster Pangan Ekspor Perdana Komoditi Gurita ke AS

Selasa, 28 September 2021 | 15:00 WIB
X