• Rabu, 20 Oktober 2021

Evaluasi Demokrasi Era Reformasi 1998 TIDAK SAMA Dengan Amandemen UUD 1945

- Kamis, 9 September 2021 | 17:35 WIB
Evaluasi Demokrasi Era Reformasi 1998 TIDAK SAMA Dengan Amandemen UUD 1945 (Dok pan)
Evaluasi Demokrasi Era Reformasi 1998 TIDAK SAMA Dengan Amandemen UUD 1945 (Dok pan)

STRATEGI.ID - Wacana evaluasi demokrasi pasca reformasi 1998 menjadi catatan penting perkembangan demokrasi di Indonesia.

Gagasan ini disampaikan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, biasa dipanggil Bang Zulhas, dan sebagai refleksi 23 tahun perjalanan demokrasi pasca reformasi.

Melalui kajian panjang dan mendalam, serta berdasarkan fakta dilapangan selama 5 kali pelaksanaa pesta demokrasi (pemilu, seperti pileg, pilpres ataupun pilkada).

Baca Juga: Ketua Umum PAN Berduka Atas Wafatnya Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah

Demokrasi di Indonesia belum mampu menghadirkan kesejahteraan, kemakmuran, kesetaraan, keharmonisan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selama 23 tahun reformasi, demokrasi justru menghasilkan, kesenjangan, biaya politik yang mahal, transaksional, dan social distrust yang cenderung memecah belah sesama anak bangsa yang berpotensi mengoyak persatuan dan kesatuan Indonesia.

Semua lembaga pemerintahan (eksekutif), legislatif, yudikatif, bahkan sampai kepala daerah merasa paling hebat dan berkuasa.

Baca Juga: Pengamat Nilai PAN Peluang PAN Masuk Koalisi Besar dengan Konsekuensi Kursi Menteri

Kondisi ini membuat Bang Zulhas terpanggil untuk mengembalikan demokrasi yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan janji kebangsaan cita-cita pejuang bangsa

Yaitu, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, sebagaimana yang termaktub dalam nilai luhur Pancasila sila ke-4. Bukan berarti dipimpin oleh seseorang (presiden ataupun penguasa).

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mati Berdiri Ala Indonesia

Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Tak Usah Malu Kepada Risma

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:05 WIB

Sejarah Kelam GESTOK di Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB

Berpartai Dengan Riang Gembira Ala Bang Jago

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB

Krisdayanti Menyingkap Kebenaran Publik

Senin, 20 September 2021 | 18:25 WIB

Rocky Gerung Meraung, Penguasa Limbung

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB

Mendamba Independensi Jurnalis

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB

Memiliki Kehilangan dan Ketiadaan

Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB
X