• Selasa, 19 Oktober 2021

Jika Tambang Emas Blok Wabu Ke Swasta, Ada Indikasi Permainan Mafia Lelang Di Kementerian ESDM

- Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
Jika Tambang Emas Blok Wabu Ke Swasta, Ada Indikasi Permainan Mafia Lelang Di Kementerian ESDM (Dok/Foto: AP3I)
Jika Tambang Emas Blok Wabu Ke Swasta, Ada Indikasi Permainan Mafia Lelang Di Kementerian ESDM (Dok/Foto: AP3I)

STRATEGI.ID - Jika tambang emas potensial di Intan Jaya Papua, Blok Wabu telah jatuh ke tangan pihak swasta seperti data yang disodorkan teman-teman Kontras dan Haris Azhar (Direktur Lokataru), itu artinya, ada permainan mafia lelang dan tender di kementerian ESDM. Menteri ESDM, Arifin Tasrif dan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Ridwan Djamaludin adalah pejabat public yang harus bertanggung jawab atas ini, karena prioritas paling utama Blok Wabu adalah harus diserahkan ke perusahaan tambang BUMN, seperti MIND ID atau PT Aneka Tambang sebagaimana diamanatkan UU No.3 Tahun 2020, tentang Mineral dan Batubara.

Ini Blok Wabu ini kan tambang emas yang lahannya diciutkan PT Freeport Indonesia yang harus diserahkan ke negara dalam hal ini kementerian ESDM. Tambang yang diserahkan asing ke pemerintah pusat harus melalalui proses tender dan lelang secara transparan dan terbuka di kementerian ESDM dan prioritasnya adalah perusahaan BUMN, jika BUMN tak tertarik baru ke BUMD dan terakhir barulah ke perusahaan-perusahaan swasta melalui mekanisme lelang.

Baca Juga: Freeport Indonesia dan PT Chiyoda International Indonesia Tandatangani Kontrak Pembangunan Smelter Kapasitas 1.7 Juta Ton

MIND ID dan PT Aneka Tambang Tbk tertarik dan sudah siap masuk ke Blok Wabu, ko sekarang tiba-tiba ada data terbaru dari Kontras dkk, Blok Wabu sudah diperusahaan swasta, katanya terafiliasi dengan anak usaha “PT Toba Bara Sejahtera. Jika data teman-teman Kontras dan Haris Azhar benar, itu artinya ada permainan mafia lelang di kementerian ESDM. Selama ini tidak terdengar ada lelang dan tender Blok Wabu, kan bolanya masih di kementerian ESDM.

Blok Wabu adalah salah satu konsensi yang berjarak 50 Km dari tambang emas, Grasberg di Mimika (Papua) yang dimiliki Freeport Indonesia dan Mind ID. Data Kementerian ESDM tahun 2020, potensi sumber daya Blok Wabu sekitar 117.26 ton bijih dengan rata-rata kadar emas 2,16 gram per ton emas (Au) dan 1,76 gram per ton perak. Artinya, setiap 1 ton materal emas dari tanah memiliki kadar sebesar 2,16 gram per ton emas dan 1,76 gram per ton perak.

Baca Juga: Dirjen Minerba: Ubah Paradigma Industri Pertambangan Terkait Energi Bersih

Itu angka yang fantastis dan pantas diperbutkan pengusaha domestic dan diperebutkan di kementerian ESDM, karena kadar emas Freeport Indonesia di tambang Grasberg, Papua saja hanya mencapai 0,8 gram per ton emas. Jika cadangan di atas diukur dengan harga emas sekarang mencapai US$1750 per troy once emas, artinya potensi pendapatan dari siapapun perusahaan yang mengolah Blok Wabu mencapai US$14 miliar atau mendekati angka Rp 300 triliun jika dirupiahkan. Menggiurkan memang, wajar jika diperebutkan dalam tender dan di sini menjadi pusat mafia.

Kecurigaan ini semakin menguat, karena kementerian ESDM sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dan yang masih memegang bola atas keputusan Blok Wabu tak buka suara dalam polemik Blok Wabu yang melibatkan KONTRAS dan Haris Azhar Vs Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.

Baca Juga: Dirjen Minerba: Cadangan Batubara Masih 38,84 Miliar Ton

Mestinya, kementerian ESDM keluar mematikan kobaran api agar masalah ini tak meruncing ke jalur hokum seperti sekarang. Tetapi ESDM diam, itu mau menunjukan apa yang disampaikan Kontras dan Haris Azhar bisa saja benar. Jika benar, tak ada permainan dalam lelang dan tender Blok Wabu, kementerian ESDM mestinya mengumumkan ke public posisi Blok Wabu di kementerian ESDM sekarang sudah sampai di mana. Jika tak diberikan kepada ke perusahaan tambang BUMN, harus jelas alasannya dan mengapa harus ditenderkan ke swasta. Tender harus terbuka agar menghindari permainan mafia.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mati Berdiri Ala Indonesia

Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Tak Usah Malu Kepada Risma

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:05 WIB

Sejarah Kelam GESTOK di Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB

Berpartai Dengan Riang Gembira Ala Bang Jago

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB

Krisdayanti Menyingkap Kebenaran Publik

Senin, 20 September 2021 | 18:25 WIB

Rocky Gerung Meraung, Penguasa Limbung

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB

Mendamba Independensi Jurnalis

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB

Memiliki Kehilangan dan Ketiadaan

Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB
X