• Minggu, 28 November 2021

Krisis Energi vs EBT & Covid

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB
Krisis Energi vs EBT & Covid (pexels)
Krisis Energi vs EBT & Covid (pexels)

STRATEGI.ID - Menurut hukum ekonomi konvensional, bila permintaan turun maka harga akan turun. Diawal terjadi covid terjadi kelebihan suplay sampai mengakibatkan harga energi primer turun, walau Indonesia tidak pernah menikmati harga BBM murah saat harga minyak dunia sangat rendah, sampai ada momen harga negatif walau sesaat.

Kini ketika menggeliat kembali kebutuhan energi primer karena beberapa negara sudah mulai melakukan relaxing dalam menghadapi covid, tidak lagi paranoid, sudah lebih realistis sehingga mengakibatkan industri sudah mulai melakukan kegiatan, namun masih dibawah permintaan sebelum covid, sehingga tidak bisa dikaitkan secara mutlak penyebab krisis energi adalah mulai bangkitnya industri karena Covid sudah mulai tidak ditakuti.

Baca Juga: Membicarakan Masa Depan Energi Geothermal di Indonesia

Di sisi lain, begitu gegap gempitanya jargon Energy Transition seolah besok akan terjadi penggantian energi fosil dengan Energi Baru Terbarukan (EBT), padahal secara dunia tidak kurang dari 70% masih dipasok dari energi fosil, sementara di Indonesia masih pada kisaran 85%.

Bahwa EBT perlu dikembangkan dan diberi jalan yg lebar untuk mensubstitusi kelangkaan energi fosil dimasa datang sangatlah benar dan bijak, tetapi bukan besok, karena dengan berbagai faktor baik teknis, ekonomis, dan infrastruktur serta teknologi penerima energi, masih perlu jalan panjang untuk mampu mengganti energi fosil yg 70%, bahkan hanya bisa turun sampai 50% pun sudah merupakan prestasi yg luar biasa.

Baca Juga: Indonesia Sediakan Pelatihan bagi Nepal dan Madagaskar Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan

Namun jargon Energy Transition yg dikumandangkan oleh negara penghasil teknologi EBT seperti Eropa dan juga China, telah menyeret pada kondisi over confidence dikuranginya pasokan dari energi fosil terutama batubara dan minyak, sehingga pada saat ada Sedikit menggeliat kebutuhan energi akibat relaxing covid telah mengakibatkan kekurangan suplay yg mengkhawatirkan, sehingga terjadi Rush yg mengakibatkan harga minyak melambung sampai diatas USD 70 / Barrel dan lebih hebat lagi gas sampai diatas USD 50 / MMBTU padahal biasanya sekitar USD 10 / MMBTU  dikarenakan terjadi rebutan pasokan di kawasan Eropa.

Apalagi kini menghadapi musim dingin dalam 3-5 bulan kedepan, sehingga bila tidak ada solusi, Eropa dan China akan menurunkan kegiatan industrinya demi memenuhi kebutuhan pemanas di rumah-rumah, sehingga produk industri akan naik harganya karena pembayaran untuk membeli energi juga naik.

Baca Juga: Bertemu Ketua DPR AS di Roma, Puan Undang Langsung Hadiri P20 di RI Tahun Depan

Khusus untuk kasus Inggris, yg sudah mencanangkan EBT 100% pada tahun 2060, sehingga positifnya makin memicu Industri EBT untuk berinovasi, tetapi telah mengurangkan tenaga dan keinginan industri besar Migas seperti BP untuk serius dalam bidang migas bahkan sebagian uangnya dipakai untuk pengembangan EBT, diperparah dengan adanya efek Brexit, yg mengakibatkan banyak sopir truk imigran yg dipulangkan, sehingga memperparah problem di dalam negeri, sampai mengakibatkan beberapa hari sempat SPBU kosong, kalau tidak kosong harus melakukan antrian panjang, hal yg tidak biasa di Eropa, walaupun sudah biasa di Indonesia terutama di daerah-daerah yg masih menyerap BBM bersubsidi.

Halaman:

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dukung Penghapusan Kekerasan Seksual

Minggu, 14 November 2021 | 18:30 WIB

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mati Berdiri Ala Indonesia

Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Tak Usah Malu Kepada Risma

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:05 WIB

Sejarah Kelam GESTOK di Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
X