• Minggu, 23 Januari 2022

Satu Tahun Melihat PAN dari Dekat, Masa Terbaik Relasi dengan Muhammadiyah

- Rabu, 10 November 2021 | 09:00 WIB
Fahd Pahdepie, Direktur Eksekutif Amanat Institute (Dok Pribadi)
Fahd Pahdepie, Direktur Eksekutif Amanat Institute (Dok Pribadi)

STRATEGI.ID - Adalah fakta sejarah bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) lahir dari rahim Persyarikatan Muhammadiyah, ormas Islam modern terbesar di Indonesia. Partai berlambang matahari putih ini lahir berkat keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah pada bulan Mei 1998 di Semarang.

Meminjam istilah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, “Bagaimanapun Muhammadiyah adalah orangtua yang melahirkan PAN.” Pernyataan itu disampaikannya kepada para wartawan di depan Gedung Dakwah Muhammadiyah Yogyakarta, tepat setelah ia memboyong seluruh pengurus DPP PAN untuk sowan kepada PP Muhammadiyah (detik.com, 14/6).

Saat itu Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan, menyebut bahwa ia dan rombongan DPP PAN menghadap kepada PP Muhammadiyah untuk melapor. “Ibaratnya, saya kan hanya CEO, owner dan pemegang sahamnya Muhammadiyah.” Kelakarnya.

Baca Juga: Ketum PAN Zulhas: 3 Kekuatan Besar Sebagai Pondasi Bangsa Indonesia

Menunjukkan betapa lekat hubungan Muhammadiyah dengan PAN tak terpisahkan. Di lain kesempatan ia pernah menyebut dalam pidato saat membuka Musyawarah Wilayah PAN DKI (kompas.com, 12/7/20), "PAN ya Muhammadiyah. Muhammadiyah ya PAN. Enggak usah ditutup-tutupi, enggak usah malu-malu. Memang begitu," katanya.

Satu tahun terakhir ini saya mengamati PAN dari dekat. Saya memiliki kesempatan istimewa untuk melihat bagaimana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjalani kesehariannya memimpin partai berlambang matahari putih ini.

Saya ikut mendampinginya di berbagai kegiatan, berkunjung ke daerah-daerah menyapa kader dan pengurus, melakukan konsolidasi dan menggalang kekuatan elektoral. Singkatnya, saya menyaksikan dari dekat bagaimana Zulhas memimpin PAN di periode kedua ini. Saya mendengar kata ‘Muhammadiyah’ hampir selalu muncul di setiap kesempatan dan diskusi.

Baca Juga: Ditanya Sengkarut Partai Ummat, Mumtaz: Tak Tau Menahu, Saya Kader PAN

Muhammadiyah Prioritas

Saya kira gestur dan sikap tegas Zulhas dalam menunjukkan kedekatan partainya dengan Muhammadiyah bukanlah isapan jempol belaka.

Secara serius Zulhas menempatkan kader-kader terbaik Muhammadiyah pada berbagai posisi strategis di PAN. Sebut saja Saleh Partaonan Daulay, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2010-2014, yang ditunjuk Zulhas sebagai Ketua Fraksi PAN DPR RI.

Ada juga (alm.) Prof. Suyatno, Mantan Bendahara Umum PP Muhammadiyah 2015-2020, yang ditunjuk sebagai Ketua DPW PAN Jawa Tengah, kemudian digantikan Prof. Zainuddin Maliki, anggota DPR RI Komisi X, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya.

“Sulit mencari gantinya alm. Prof. Suyatno, karena itu titipan langsung dari Ketum Muhammadiyah Pak Haedar dan Sekum Mas Mu’ti.” Kata Zulhas di sela-sela kesempatannya bersilaturahmi dengan PWM Jateng (4/11) di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), “Untung kita punya Prof. Zainuddin Maliki. Sama-sama Profesor, sama-sama mantan rektor. Insya Allah untuk Jateng kita berikan yang terbaik kader Muhammadiyah terbaik.” Sambungnya (detik.com, 5/11).

Baca Juga: Pengamat Nilai PAN Peluang PAN Masuk Koalisi Besar dengan Konsekuensi Kursi Menteri

Kader-kader Muhammadiyah bukan hanya ditunjuk Zulhas untuk menempati posisi formal di partai. Banyak kader muda Muhammadiyah juga mengisi peran penting lainnya, mulai dari tenaga ahli sampai juru bicara partai.

Baru-baru ini, seorang tokoh Muhammadiyah lainnya, Dr. Ir. Muhammad Najib, mantan Sekretaris Jenderal Pemuda Muhammadiyah Periode 1993-1998, mendapatkan amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO, juga atas mandat yang diberikan Zulhas sebagai Ketua Umum PAN.

Boleh dibilang, pada periode kepemimpinan Ketua Umum Zulkifli Hasan ini, terutama periode kedua (2020-2025), kedekatan PAN dan Muhammadiyah terasa menguat.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Tanah Air Marhaenisme VS Masyarakat Ekonomi Asean

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Sepak Bola, Nasionalisme dan Ketuhanan

Minggu, 26 Desember 2021 | 10:00 WIB

Dukung Penghapusan Kekerasan Seksual

Minggu, 14 November 2021 | 18:30 WIB

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X