Indonesia Harus Memanfaatkan Forum IPU Sebagai Sarana Perdamaian

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 20:56 WIB
Soekarno proklamator RI dengan Para pimpinan negara penggagas Gerakan Non-Blok dalam Konferensi Belgrade (1961), dari kiri ke kanan: PM India Jawaharlal Nehru, PM sekaligus Preiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito.  (Dok. Non-Aligned Movement)
Soekarno proklamator RI dengan Para pimpinan negara penggagas Gerakan Non-Blok dalam Konferensi Belgrade (1961), dari kiri ke kanan: PM India Jawaharlal Nehru, PM sekaligus Preiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. (Dok. Non-Aligned Movement)

STRATEGI.ID - Dalam rapat yang digelar di kompleks Bali International Conference Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu, Puan Maharani membicarakan berbagai persiapan materi yang akan dibahas dalam forum parlemen internasional IPU.

Excom sendiri merupakan badan di IPU yang membahas berbagai implementasi keputusan Majelis IPU.

Excom juga ditujukan untuk membahas rangkaian pertemuan Majelis IPU ke 144, dan isu-isu yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.

Baca Juga: Kondisi Tim Borneo FC Jelang Hadapi Arema FC Sedang Bagus

Apalagi IPU ke 144 digelar di tengah pandemi Covid 19 dan dinamika global yang berubah secara cepat.

IPU harus ikut berkontribusi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut,” tegas Puan Maharani perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Isu perubahan iklim diambil sebagai tema besar yang akan dibahas karena menyangkut kelangsungan hidup dan keselamatan dunia.

Di pertemuan Excom, Puan Maharani juga mengusulkan agar IPU ke 144 turut membahas isu-isu yang tengah menjadi tantangan bersama.

Baca Juga: Sekjen IPU: Kepemimpinan Puan Maharani Jadi Simbol Pemimpin Perempuan di Dunia

Isu yang dinilai saat ini penting dibahas adalah terkait masalah keamanan dan perdamaian dunia menyusul konflik Rusia dengan Ukraina.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keraton, Kebudayaan Nusantara, dan Pancasila

Jumat, 1 Juli 2022 | 20:00 WIB

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Identitas

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:00 WIB

Miskin Ahlak dan Kefakiran Jiwa

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:30 WIB

Jubir PRIMA: Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:30 WIB

Bung Karno, Pancasila, dan Endeh

Senin, 6 Juni 2022 | 11:34 WIB

Aktivis Jakarta Raya Bergerak!

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:10 WIB

Demi Marwah Partai, Puan Maharani Harus Capres

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Ibu Megawati Soekarno Putri

Minggu, 29 Mei 2022 | 19:00 WIB

Memahami Fenomena Elon Musk dan Kaos Oblong

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:00 WIB

Prestasi Tak Tertandingi Ciptakan Oligarki

Sabtu, 28 Mei 2022 | 23:30 WIB

Gerpolek di Kandang Banteng

Jumat, 27 Mei 2022 | 17:35 WIB

Kado Terindah PAN Pasca 24 Tahun Reformasi

Senin, 23 Mei 2022 | 21:00 WIB

Pemilu 2024 dan Konsolidasi 'Celeng'

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB

Lestarikan Alam Dengan Cara Nuswantara

Minggu, 22 Mei 2022 | 23:30 WIB

Rumah untuk Korban

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:30 WIB
X