• Selasa, 5 Juli 2022

Lestarikan Alam Dengan Cara Nuswantara

- Minggu, 22 Mei 2022 | 23:30 WIB
Indah Rusmiati SH Sip Mip / Anggota Komisi III DPRD Banten Fraksi PDI Perjuangan (pribadi)
Indah Rusmiati SH Sip Mip / Anggota Komisi III DPRD Banten Fraksi PDI Perjuangan (pribadi)

STRATEGI.ID - Dahsyat. Hanya itu kata kata yang terlintas dalam pikiran, saat seorang kawan menyampaikan inovasi ilmu Nuswantara dalam pertanian yang memungkinkan solusi bagi petani miskin yang tidak mampu membeli pupuk kimia yang saat ini amat sangat mahal.

Penjelasan Prof. Dr. Robert Manurung, guru besar dari ITB, beserta rekan rekannya, mengupas metode yang belakangan telah sukses dilakukan ribuan petani, benar benar membawa harapan baru di seminar yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Mei 2022 lalu. 

Dalam seminar itu dijelaskan bagaimana cara mengukur dengan objektif menggunakan tes potensi sel menggunakan foto, sehingga memungkinkan petani yang baru belajar ilmu inipun, mampu langsung melakukan pemilihan bahan yang tepat dari tanaman lokal sekitar, hingga mengukur proses pembuatan ramuan untuk penyubur tanaman tersebut dengan tepat.

Baca Juga: Massa Gebrak Bawa Ornamen Tikus Raksasa Berdasi Dan Kitab UU Saat Berdemo Di Patung Kuda

Dari penjelasan para pembicara, konsep ramuan ini berbeda dengan pupuk kimia umumnya yang biasanya ditambahkan pada media tanam untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

Walau tanpa pupuk kimia, ramuan ini tetap mampu membuat tanaman tumbuh subur.

Bahkan kedelai yang ditanam dengan ramuan ini walau tanpa pupuk kimiapun, potensi selnya meningkat hingga mampu tumbuh dengan ukuran dan jumlah polong lebih dari 2 kali lipat ukuran biasa.

Jumlah pemakaiannyapun amat kecil. Hanya butuh segenggam dedaunan ditambah air, sudah cukup menghasilkan ramuan untuk kebutuhan berhektar hektar sawah.

Baca Juga: Politikus Senior Partai Golkar Fahmi Idris Meninggal Dunia Hari Ini

Kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang luar biasa. Selama pupuk kimia langka dan mahal, ramuan ini sudah sukses menyelamatkan ribuan petani dengan hasil yang menggembirakan.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keraton, Kebudayaan Nusantara, dan Pancasila

Jumat, 1 Juli 2022 | 20:00 WIB

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Identitas

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:00 WIB

Miskin Ahlak dan Kefakiran Jiwa

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:30 WIB

Jubir PRIMA: Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:30 WIB

Bung Karno, Pancasila, dan Endeh

Senin, 6 Juni 2022 | 11:34 WIB

Aktivis Jakarta Raya Bergerak!

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:10 WIB

Demi Marwah Partai, Puan Maharani Harus Capres

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Ibu Megawati Soekarno Putri

Minggu, 29 Mei 2022 | 19:00 WIB

Memahami Fenomena Elon Musk dan Kaos Oblong

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:00 WIB

Prestasi Tak Tertandingi Ciptakan Oligarki

Sabtu, 28 Mei 2022 | 23:30 WIB

Gerpolek di Kandang Banteng

Jumat, 27 Mei 2022 | 17:35 WIB

Kado Terindah PAN Pasca 24 Tahun Reformasi

Senin, 23 Mei 2022 | 21:00 WIB

Pemilu 2024 dan Konsolidasi 'Celeng'

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB

Lestarikan Alam Dengan Cara Nuswantara

Minggu, 22 Mei 2022 | 23:30 WIB

Rumah untuk Korban

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:30 WIB
X