• Rabu, 17 Agustus 2022

Bung Karno, Pancasila, dan Endeh

- Senin, 6 Juni 2022 | 11:34 WIB
Presiden Republik Indonesia Pertama, Bung Karno (Ist)
Presiden Republik Indonesia Pertama, Bung Karno (Ist)

STRATEGI.ID - Dan Endeh (BK lebih senang menyebut Endeh ketimbang Ende), diyakini secara ontologis sebagai wadah "candradimuka" dan akumulasi panjang embrio Pancasila yang mengalir dalam permenungan-permenungan BK sejak 1918-1945.

BK muda, di Surabaya (1918) telah karib dengan sejumlah pemikiran "ideologi" semisal Nasionalisme, Islam, dan Marxisme. Ini buah dari perjumpaannya dengan sejumlah pemuka pemikir saat BK indecost di rumah "Bapak Kebangsaan" HOS Tjokroaminoto.

Di rumah ini, BK berjumpa, berdiskusi, dan berdebat dengan Alimin dan Muso (kelak tokoh kunci PKI), Kartosuwiryo (DI/TII), KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH Wahab Hasbullah (NU), dll. Secara embrio, ide dan prinsip "kebangsaan", "ketuhanan" dan "sosialisme" mekar dalam permenungan BK di Surabaya.

Baca Juga: Menuai Kontroversi! Busana Tarian Caci Putri NTT 2022 Hingga Tarian Caci Yang Dilakoni Perempuan

Di Bandung, ketika melanjutkan kuliah di ITB, BK bertemu dan berdialektika dengan tokoh² pemuka pemikir-penggerak "kebangsaan" diantaranya "Tiga Serangkai" yang sangat brilliant: dr. Wahidin Sudirohusodo, Ki Hajar Dewantara, dan Dowes Dekker.

Paham "kebangsaan" dan "musyawarah" yang merupakan tabiat dasar masyarakat Nusantara, kian matang dalam relung-relung inteleksi BK..

Selanjutnya BK ke Yogyakarta. Di Kota Gudeg dan wilayah dimana Kraton Ngayogyakarta tegak berdiri hingga kini, BK mendirikan Partai Indonesia (1926) yang berideologikan "Marhaenisme", di mana visun perihal hakikat "manusia" dan pemihakannya yang teguh kepada kaum teraniaya, sungguh-sungguh terbit dan menginspirasi gerakannya.

Di Endeh (1934-1938) BK diasingkan. Tujuan Penjajah Kolonialisme Belanda hanya satu: menghancurkan mental BK hingga luluh lantak. Tapi sejarah bicara lain: justru Endeh, menjadi "rumah pemulihan" BK, wadah permenungan, ruang refleksi, dan tempat di mana BK melakukan proses transendensi-intelektual yang puncak. Embrio Pancasila yang jejak episteme-nya sejak di Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta mekar, justru terakumulasi jenial di Endeh.

Baca Juga: Dukung Green Tourism, PLN Hadirkan 27 SPKLU di 5 Destinasi Wisata

Setidaknya ada empat oase dan telaga permenungan BK di Endeh yang kelak menjadi "ilham" pidato "Lahirnya Pancasila" dalam sidang BPUPK 1 Juni 1945.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Sandwich Crime 'Dalam Masyarakat' Post Truth

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Etika, Pancasila dan Kewibawaan Negara

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:30 WIB

Publik Mengapresiasi Capaian KPK

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:30 WIB

Hamka, Sepercik Kenangan

Minggu, 24 Juli 2022 | 17:35 WIB

Mengais Sosialisme Dalam Makna Idul Adha

Senin, 11 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengais Sosialisme Dalam Makna Idul Adha

Minggu, 10 Juli 2022 | 22:44 WIB

Keraton, Kebudayaan Nusantara, dan Pancasila

Jumat, 1 Juli 2022 | 20:00 WIB

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Identitas

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:00 WIB

Miskin Ahlak dan Kefakiran Jiwa

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:30 WIB

Jubir PRIMA: Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:30 WIB
X