• Rabu, 17 Agustus 2022

Bung Karno, Api Revolusimu akan Terus Menyala Sepanjang Zaman

- Senin, 6 Juni 2022 | 14:30 WIB
Bung Karno, Api Revolusi yang Kau Kobarkan akan Terus Menyala Sepanjang Zaman (Istimewa)
Bung Karno, Api Revolusi yang Kau Kobarkan akan Terus Menyala Sepanjang Zaman (Istimewa)

STRATEGI.ID - Soekarno bukan hanya Putra Sang Fajar. Juga bukan sekadar penyambung lidah rakyat Indonesia.

Soekarno tidak cuma dikenal sebagai Bapak Proklamator. Dus, Soekarno tidak hanya tercatat dengan tinta emas sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia.

Lebih dari itu. Soekarno adalah Pemimpin Besar Revolusi yang namanya menggema ke seantero dunia. Banyak pemimpin-pemimpin mondial terinspirasi oleh spirit progresif revolusioner Soekarno.

Baca Juga: Bung Karno, Pancasila, dan Endeh

Pemikiran-pemikiran besarnya, baik lewat tulisan maupun pidato-pidatonya yang menggelegar, telah banyak membangunkan kesadaran akan pentingnya semangat persatuan untuk terbebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.

Semangat juang yang tak kenal lelah melawan neo kolonialisme dan imperialisme (nekolim) seorang Soekarno tak diragukan. Meski risikonya harus berkali-kali ditangkap, hidup dari penjara ke penjara, sampai berulang kali mendapat serangan granat, kesadaran perjuangannya tak pernah pudar.

Bahkan, di era perang dingin, Soekarno mampu mengumpulkan kekuatan negara-negara Asia Afrika dengan membangun blok baru dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika di Bandung, atau yang lebih dikenal dengan KTT Non Blok. Sehingga muncul sinthesa peta baru kekuatan gerakan bernama NEFOS, New Emerging Force.

Soekarno lulus dari Technische Hogeschool te Bandoeng, pada 25 Mei 1926, sebagai Insinyur Teknik Sipil. Pada Dies Natalis ke-6 kampus tersebut, 3 Juli 1926, Soekarno diwisuda bersama 18 insinyur lainnya.

Baca Juga: Made Anggap Persib Bandung Berada di Grup Neraka

Kemudian, pada 2 Maret 1959, kampus itu diresmikan menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Soekarno sudah menjadi Presiden, dan ia meresmikan ITB dengan berpidato tanpa teks, sambil bernostalgia menceritakan masa kuliahnya dulu.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Sandwich Crime 'Dalam Masyarakat' Post Truth

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Etika, Pancasila dan Kewibawaan Negara

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:30 WIB

Publik Mengapresiasi Capaian KPK

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:30 WIB

Hamka, Sepercik Kenangan

Minggu, 24 Juli 2022 | 17:35 WIB

Mengais Sosialisme Dalam Makna Idul Adha

Senin, 11 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengais Sosialisme Dalam Makna Idul Adha

Minggu, 10 Juli 2022 | 22:44 WIB

Keraton, Kebudayaan Nusantara, dan Pancasila

Jumat, 1 Juli 2022 | 20:00 WIB

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Identitas

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:00 WIB

Miskin Ahlak dan Kefakiran Jiwa

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:30 WIB

Jubir PRIMA: Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:30 WIB
X