• Minggu, 4 Desember 2022

Publik Mengapresiasi Capaian KPK

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menorehkan capaian kinerja luar biasa (Ist)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menorehkan capaian kinerja luar biasa (Ist)

STRATEGI.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menorehkan capaian kinerja luar biasa. Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) tahun 2022 naik menjadi 3,93 dari 3,88 di tahun 2021. Jadi, meningkat 0,05 poin dalam kurun waktu satu tahun.

Datum ini sekaligus meruntuhkan proposisi meragukan kinerja KPK yang sebelumnya dilontarkan sedikit orang. Tentu, orang tersebut akan malu sendiri melihat keberhasilan tersebut.

Karena itu, tidak heran publik melalui berbagai media massa sangat wajar memberikan apresiasi positif kepada kinerja dan capaian KPK tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Melibatkan Truk Pertamina Lagi, 1 Meninggal 2 Orang Luka Berat di Semarang

Keberhasilan tersebut, merupakan capaian luar biasa di tengah banyaknya tugas pimpinan dan pegawai KPK membenahi manajemen internal, seperti terkait dengan test wawasan kebangsaan kepada semua pegawai KPK, sehingga yang lolos menjadi PNS. Kemudian penataan admistrasi dan struktur kepegawaian.

Masih dalam tahun ini, KPK juga membetuk tim panitia seleksi (pansel) independen untuk melakukan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi madya dan pratama KPK. Hasilnya, sejumlah pejabat tersebut telah diumumkan, dilantik dan berkarya di KPK.

Peningkatan IPAK sebesar 0,05 dalam kurun waktu satu tahun tersebut, sekaligus menunjukan bahwa KPK sangat profesional, independen, objektif serta berpijak pada hukum positif dalam bidang penindakan, sehingga KPK pimpinan Firli Bahuri (Firli) tidak berada di bawah bayang-bayang kekuasaan apa pun. Dua menteri dari kader dua partai politik papan atas, diproses di KPK.

Segala rencana dan program yang dijalankan lima komisioner KPK yang dinakodai Firli bermuara pada penguatan kelembagaan KPK, sesuai dengan perintah Undang-undang. Upaya penguatan kelembagaan KPK tetap sangat dibutuhkan negeri ini. Sebab, korupsi di Indonesia sudah masuk kategori kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Baca Juga: Ini Dia Sebab Marc Klok Tidak Dipercaya Jadi Kapten di Persib Bandung

Realitas menunjukkan Korupsi telah menjadi patologi sosial kronis dan mencengkram menggerogoti secara masif keuangan negara kita, baik itu bersumber dari APBN/APBD dan atau penyalahgunaan kewenangan seperti perijinan tambang.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah PMI Menjadi Pahlawan Devisa

Senin, 28 November 2022 | 20:00 WIB

Digitalisasi, Kelangkaan STB dan Kebijakan Publik

Jumat, 11 November 2022 | 08:00 WIB

Orang Muda Lebih Peka Dalam Penyelenggaran Pemilu

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Arti Rivalitas dan Wujud Fanatisme Sejati

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:35 WIB

Memahami Politisi Pragmatis dan Negarawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

KPK Tidak Bermanuver Memberantas Korupsi di Tanah Air

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Antara Cinta dan Benci

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:00 WIB

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
X