• Rabu, 5 Oktober 2022

Sandwich Crime 'Dalam Masyarakat' Post Truth

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Dr. Andry Wibowo, Sik., MH., Msi  Penulis menyelesaikan disertasinya pada bidang konflik identitas dan manajemen kerumunan (crowd) (pribadi )
Dr. Andry Wibowo, Sik., MH., Msi Penulis menyelesaikan disertasinya pada bidang konflik identitas dan manajemen kerumunan (crowd) (pribadi )

STRATEGI.ID - Penggemar kuliner pastinya mengenal sandwich, roti lapis yang berisi sayur, irisan tomat, telur, yang bisa juga disajikan dengan variasi lain seperti ikan tuna atau daging asap.

Sandwich menu makanan yang mendunia selain burger, toast, nasi goreng, sushi dan sashimi, rendang, fried chicken dan spagheti.

Lalu apa kaitannya antara sandwich dan kejahatan (crime) ? sandwich crime menjadi model bagi penulis untuk melihat fenomena multi kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok.

Baca Juga: Ancaman Berat Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia

Dalam dunia kriminal dan penegakan hukum sudah dikenal konsep kejahatan yang bersifat parsial dan integral, single maupun multiple.

Multiple crime adalah kejahatan yang dilakukan dengan satu motif namun menggunakan berbagai tindakan sehingga nampak sebagai satu rantai kejahatan (chain of crimes). Kemudian bagaimana dengan “sandwich crime” yang dimaksud dalam tulisan ini ?

Sandwich crime adalah tindak kejahatan yang bersifat integral dan multiple. Dimana pelaku kejahatan memiliki motif (mens rea) dan tindakan (actus reus) yang berbeda sehingga memiliki konsekuensi hukum yang berbeda pula.

Sandwich crime merupakan penumpukan kejahatan dengan motif dan tindakan yang berbeda, sehingga memiliki konsekuensi pada perbedaan pelaku, korban, tempat (locus) dan waktu (tempus) kejadian.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang Akan Tampil Tanpa Carlos Fortes Saat Hadapi Persib Bandung

Karena sifatnya yang seperti sandwich, model kejahatan ini dilakukan dengan kesadaran penuh para pelakunya (fully awareness). Dalam sejarah di dunia, model kejahatan seperti ini umumnya dilakukan oleh kelompok kejahatan yang terorganisir (organized crime).

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memahami Politisi Pragmatis dan Negarawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

KPK Tidak Bermanuver Memberantas Korupsi di Tanah Air

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Antara Cinta dan Benci

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:00 WIB

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Sandwich Crime 'Dalam Masyarakat' Post Truth

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Etika, Pancasila dan Kewibawaan Negara

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:30 WIB

Publik Mengapresiasi Capaian KPK

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:30 WIB
X