• Minggu, 4 Desember 2022

Jika Kenaikan BBM Direvisi Bisa Menjadi Legacy Pemerintahan Jokowi Ma'ruf

- Minggu, 4 September 2022 | 20:05 WIB
Emrus Sihombing / Komunikolog Indonesia mengatakan jika kenaikan harga BBM bisa menjadi legacy  di pemerintahan
Emrus Sihombing / Komunikolog Indonesia mengatakan jika kenaikan harga BBM bisa menjadi legacy di pemerintahan

STRATEGI.ID - Kenaikan BBM bersubsidi (BBM-b) yang sudah dilakukan menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Sejumlah pandangan mengemuka. Sayangnya, menurut hemat saya, belum ada tawaran pemikiran atau pandangan yang solutif dan lebih permanen dari berbagai pihak, termasuk dari teman-teman di DPR-RI dan para pemikir di instansi pemerintah.

Menurut hemat saya, setidaknya ada dua solusi dan lebih permanen terhadap pengelolaan harga BBM di tanah air yang selama ini belum dilakukan secara sungguh-sungguh. Apa itu?

Pertama, hapus semua subsidi BBM. Harga sesuai mekanisme pasar. Namun melalui peraturan, misalnya lewat UU atau Perpu agar lebih cepat, setiap tahun Pertamina diwajibkan sejumlah persen (%) tertentu dari APBN sebagai penambah RAPBN.

Baca Juga: Polda Lampung Berhasil Tangkap Dua Pelaku Penimbun Solar Bersubsidi

Pertamina berkontribusi 20% hingga angka persen yang rasional dapat dipenuhi, sebagai contoh. Oleh karena itu, direksi dan komisaris Pertamina harus menandatangani kewajiban tersebut.

Kontribusi dana sebagai kewajiban Pertamina itu digunakan membangun sarana dan prasarana aspek kesehatan, pendidikan, ketersediaan air bersih, membuka lahan pertanian yang produktif, pendampingan usaha UMKM, listrik masuk desa di desa-desa dan di kantong-kantong kemiskinanan di kota-kota untuk kebutuhan rakyat kelas ekonomi bawah di seluruh tanah air sebagai bentuk kerja keras (berkeringat) dari pemerintah.

Ambil saja contoh bidang kesehatan, menyedikan minimal satu helikoter ambulan di setiap Pemda Tingkat II, untuk menjemput warga yang perlu pertolongan darurat karena sakit.

Dengan demikian, warga yang tinggal di tepi pantai, di lereng dan di pegunungan bisa mendapat pelayanan kesehatan dengan cepat seperti saudara dan saudarinya yang tinggal di perkotaan.

Baca Juga: Debut Luis Milla dan Reky Bawa Persib Bandung Menang Atas RANS di Liga 1 Indonesia

Upaya ini jauh lebih bermanfaat dan tepat sasaran daripada menurun-naikkan subsidi BBM sebagai tindakan tidak mau berkeringat yang terus berulang dari pemerintahan dulu hingga pemerintahan sekarang, bisa saja ini menjadi "turun-menurun" ke pemerintahan selanjutnya.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah PMI Menjadi Pahlawan Devisa

Senin, 28 November 2022 | 20:00 WIB

Digitalisasi, Kelangkaan STB dan Kebijakan Publik

Jumat, 11 November 2022 | 08:00 WIB

Orang Muda Lebih Peka Dalam Penyelenggaran Pemilu

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Arti Rivalitas dan Wujud Fanatisme Sejati

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:35 WIB

Memahami Politisi Pragmatis dan Negarawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

KPK Tidak Bermanuver Memberantas Korupsi di Tanah Air

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Antara Cinta dan Benci

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:00 WIB

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
X