• Minggu, 4 Desember 2022

Kenaikan Harga BBM dan Pemangkasan Anggaran Subsidi Angkutan Umum

- Senin, 5 September 2022 | 22:30 WIB
Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat / Pengamat Transportasi  (Tangkapan layar YouTube jasamarga)
Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat / Pengamat Transportasi (Tangkapan layar YouTube jasamarga)

STRATEGI.ID - Pemerintah pada Sabtu (03/09/22) memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi. Harga pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter (naik sekitar 31 persen).

Harga BBM solar subsidi per liter naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 (naik sekitar 32 persen). Adapun harga pertamax nonsubsidi naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter (naik sekitar 16 persen).

Dampak secara langsung atas kenaikan BBM adalah kenaikan biaya transportasi, baik umum maupun pribadi. Dampak tidak langsungnya adalah kenaikan pada harga-harga barang yang lain.

Baca Juga: Tanggapi Perbedaan Harga BBM di SPBU Vivo, Politisi PKS Sebut Pemerintah Tidak Perlu Over Acting

Bantuan sosial sebesar Rp 24 triliun yang dibangun sebagai dampak kenaikan harga BBM.

Adapun bantuan sosial terbagi untuk Bantuan Langsung Tunai Rp 12,4 triliun (20, 65 juta keluarga penerima manfaat dan Rp 600 ribu per keluarga diberikan dua kali masing-masing Rp 300 ribu)

Dan bantuan subsidi upah Rp 9,6 triliun (16 juta pekerja bergaji maksimal Rp 3,5 juta/bulan dan Rp 600 ribu per pekerja diberikan sekali) dan Subsidi Transportasi Angkutan Umum Rp 2,17 triliun (sektor transportasi umum dan nelayan diatur oleh pemda).

Pemda diminta menyisihkan Dana Alokasi Khusus (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 2,17 triliun untuk subsidi di sektor transportasi dan perlindungan sosial tambahan.

Baca Juga: Buntut dari Kenaikan BBM, Puan Maharani Meminta Pengalihan Subsidi Perlu Dipercepat

Sektor transportasi akan diberikan untuk bantuan angkutan umum, ojek on line dan nelayan.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah PMI Menjadi Pahlawan Devisa

Senin, 28 November 2022 | 20:00 WIB

Digitalisasi, Kelangkaan STB dan Kebijakan Publik

Jumat, 11 November 2022 | 08:00 WIB

Orang Muda Lebih Peka Dalam Penyelenggaran Pemilu

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Arti Rivalitas dan Wujud Fanatisme Sejati

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:35 WIB

Memahami Politisi Pragmatis dan Negarawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

KPK Tidak Bermanuver Memberantas Korupsi di Tanah Air

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Antara Cinta dan Benci

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:00 WIB

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
X