• Minggu, 4 Desember 2022

Sebelum Demokrat Demo Baiknya Belajar Matematika dan Sejarah Dulu

- Rabu, 7 September 2022 | 19:15 WIB
Adian Napitupulu / Anggota DPR RI FPDI Perjuangan menyarankan agar kader Demokrat untuk bisa belajar matematika dan belajar sejarah sehingga jika membandingkan maka perbandingan itu logis tidak anti logika dan a historis (pribadi )
Adian Napitupulu / Anggota DPR RI FPDI Perjuangan menyarankan agar kader Demokrat untuk bisa belajar matematika dan belajar sejarah sehingga jika membandingkan maka perbandingan itu logis tidak anti logika dan a historis (pribadi )

STRATEGI.ID - Di era SBY total kenaikan harga BBM (Premium) Rp 4.690 sementara di era Jokowi total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite Rp 3.500. Jadi SBY menaikan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi.

Di era SBY upah minimum (contoh DKI) Rp 2.200.000 untuk tahun 2013. Dengan BBM harga 6.500 per liter maka upah satu bulan hanya dapat 338 liter perbulan.

Di era Jokowi hari ini BBM Rp 10.000 tapi upah minimum Rp 4.641.000 perbulan. Dengan demikian maka di era Jokowi setiap bulan upah pekerja senilai dengan 464 liter BBM. Jadi ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi sebesar 126 liter.

Baca Juga: Pertandingan Seru Liga Champions, Napoli Vs Liverpool dan Live Streaming

Di era SBY masih ada "mafia" terorganisir dan masif yaitu Petral yang embrionya sudah ada sejak awal orde Baru yaitu tahun 1969 dan beroperasi mulai 1971. Di era Jokowi Petral di bubarkan tahun 2015 hanya 6 bulan setelah Jokowi di lantik.

Pembangunan jalan tol sebagai salah satu infrastruktur penting dalam aktivitas ekonomi di era SBY hanya mampu membangun 193 km jalan tol sedangkan di era Jokowi jalan tol yang di bangun hampir 10 kali lipat dari zaman SBY yaitu 1.900 km.

Kalau mau di hitung lebih detail lagi dari jalan tol, jalan nasional non tol, jalan propinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa sepanjang 304.490 KM maka setiap detik Jokowi membangun tidak kurang dari 1,5 meter jalan kali lebar yang berbeda beda.

Dari perbandingan-perbandingan angka-angka tersebut di atas maka era SBY tentunya merupakan era kesedihan bagi semua orang kecuali mereka yang berkuasa saat itu.

Baca Juga: Prediksi Liga Europa, FC Zurich Vs Arsenal dan Live Streaming

Saya menyarankan agar kader Demokrat untuk bisa belajar matematika dan belajar sejarah sehingga jika membandingkan maka perbandingan itu logis tidak anti logika dan a historis.***

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah PMI Menjadi Pahlawan Devisa

Senin, 28 November 2022 | 20:00 WIB

Digitalisasi, Kelangkaan STB dan Kebijakan Publik

Jumat, 11 November 2022 | 08:00 WIB

Orang Muda Lebih Peka Dalam Penyelenggaran Pemilu

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Arti Rivalitas dan Wujud Fanatisme Sejati

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:35 WIB

Memahami Politisi Pragmatis dan Negarawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

KPK Tidak Bermanuver Memberantas Korupsi di Tanah Air

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Antara Cinta dan Benci

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:00 WIB

77 Tahun Indonesia: Ambruknya Etika Pejabat Publik

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Belajar Dari Sifat dan Karakter Dua Serigala

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
X