• Senin, 23 Mei 2022

Warning Kepada Jokowi "Hasil Pilkada 2018 Untuk Pilpres 2019"

- Kamis, 28 Juni 2018 | 11:38 WIB
pilpres-2019-jokowi-mudah-kalahkan-prabowo-tapi-sulit-lawan-anies
pilpres-2019-jokowi-mudah-kalahkan-prabowo-tapi-sulit-lawan-anies

Strategi.id - Dalam Pilkada 2018 ini, saya lebih banyak diam. Saya lebih cenderung secara senyap mengamati permainan politik. Saya tidak ada menyikapi pesta demokrasi kali ini meski tangan saya gatal untuk menulis dukungan saya kepada pasangan Cagub atau Cabup/Cawakot dan tulisan ini merupakan Warning Kepada Jokowi "Hasil Pilkada 2018 Untuk Pilpres 2019"

Ada 8 provinsi Pilkada Gubernur yang menjadi pengamatan saya yaitu Jabar, Jateng, Jatim, Sumut,  Sulawesi Selatan, Lampung, Sumsel dan Bali. Karna 8 provinsi ini menjadi penentu kemenangan pada Pilpres 2019  nanti.
Jumlah suara di Jawa Barat (33.138.630), Jawa Tengah (27.555.487) dan Jawa Timur (31.312.285) dengan total mencapai 92 juta atau 48 persen dari total suara nasional yang tercatat 186,59 juta. Sedangkan jumlah pemilih di Sumatera Utara sebesar 10.763.893 orang dan Bali sebesar 2,816,565 orang.Total keseluruhan suara nasional sekitar 6%.

Disusul Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah pemilih sebanyak 6.022.987 orang, Lampung 5.768.153 orang, serta Sumatera Selatan 5.656.633 orang pemilih. Total keseluruhan suara nasional sekitar 8,5%.
Jadi akumulasi keseluruhan dari 8 provinsi tersebut  :  62,5% suara nasional.

Untuk memudahkan analisis, saya membagi peta politik menjadi  2 kelompok :

  1. Peta Partai Politik Jokowi (partai Pendukung Pemerintah Jokowi) yaitu : PDIP, NASDEM, HANURA, PKB, GOLKAR, dan PPP.

  2. Peta Politik Oposisi : GERINDRA, PKS, PAN dan DEMOKRAT.


Baiklah, saya coba bedah berapa daerah yang Pilkada 2018 ini sebagai pisau analis saya untuk memberikan gambaran Pilpres 2019 nanti, yaitu :

*JAWA BARAT*


Jawa Barat merupakan medan pertempuran yang memiliki peran sangat penting. Jumlah pemilih di Jawa Barat berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) dari KPU tercatat 31.735.133 atau sekitar 17% dari suara nasional.
Calon2 gubernur yang bertarung di Pilkada Jabar adalah:

1. Ridwal Kamil - Uu Ruzhanul Ulum


Partai pengusung pasangan yakni, PPP dengan 9 kursi, PKB dengan tujuh kursi, Partai NasDem dengan lima kursi, Partai Hanura dengan tiga kursi. Total pendukung 24 kursi dari syarat minimal 20 kursi.


2. Sudrajat – Ahmad Syaikhu


Partai pengusung pasangan ini adalah, Partai Gerindra dengan 11 kursi, PKS dengan 12 kursi, dan PAN dengan empat kursi. Total pendukung 27 kursi.


3. Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi


Partai pengusung pasangan ini yakni, Partai Demokrat dengan 12 kursi dan Partai Golkar dengan 17 kursi. Total pendukung 29 kursi.


4. Tubagus Hasanuddin – Anton Charliyan


Partai pengusung pasangan ini hanya PDIP dengan 20 kursi.


Ada beberapa catatan menarik pada Pilkada Jabar ini, PDIP begitu dekat dengan Ridwan Kamil tiba2 mengusung calon sendiri.

Ini saya prediksi pasti kalah telak dengan majunya PDIP sendiri apalagi sosok yang diusungnya tidak populis.

Tindakan PDIP dari kubu Jokowi ini pasti ada suatu siasat yang dimainkan. Apakah ini untuk memecah suara lawan (oposisi) I atau test case suara PDIP 2019 nanti dimana 2014 yg lalu menjadi partai pemenang dengan perolehan suara 18,95 persen?

Hasil Quick Count dari beberapa lembaga survey didapat sebagai berikut hasilnya:

1. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum: 33,53%
2. Tb Hasanuddin-Anton Charliyan: 11,38%
3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 30,07%
4. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 25,02%

Halaman:

Editor: Danar Priyantoro

Tags

Terkini

Lestarikan Alam Dengan Cara Nuswantara

Minggu, 22 Mei 2022 | 23:30 WIB

Rumah untuk Korban

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:30 WIB

Antara Bongbong dan Cendana

Minggu, 15 Mei 2022 | 14:00 WIB

Kisah Kecebong, Kampret dan Kadal Gurun

Jumat, 6 Mei 2022 | 09:15 WIB

Ade Armando, Islam Teraniaya

Sabtu, 16 April 2022 | 03:00 WIB

Perbandingan Harga BBM di Tiga Presiden

Sabtu, 9 April 2022 | 22:30 WIB

Lempar Batu Sembunyi Tangan

Sabtu, 9 April 2022 | 17:53 WIB

Adib Zain Senior dan Kader PAN 'Sontoloyo' ??

Selasa, 8 Maret 2022 | 18:30 WIB

Pemilu 2024 Ditunda, Kepentingan Siapa?

Kamis, 3 Maret 2022 | 14:05 WIB

Transformasi Politik Golkar Sebuah Keharusan

Rabu, 23 Februari 2022 | 13:25 WIB
X