• Minggu, 26 September 2021

Tarik Peneliti Indonesia di Luar Negeri dengan Peningkatan Dana Riset

- Rabu, 28 Juli 2021 | 12:00 WIB
IMG-20210728-WA0003
IMG-20210728-WA0003

Strategi.id - Sarah Gilbert, malaikat penolong yang menemukan vaksin anti COVID-19 Astrazeneca. Disebut seorang malaikat, karena dirinya menolak hak paten penuh atas vaksin yang ditemukan oleh Sarah dan Timnya. Ilmuwan dari Universitas Oxford Inggris itu diundang secara khusus sebagai tamu kehormatan dalam turnamen tenis bergengsi Wimbeldon pada Senin (28/06/21). Sarah yang hadir bersama staf National Health Service (NHS) lainnya, mendapatkan _standing ovation_ atau tepuk tangan penghormatan dari para penonton yang hadir.

Penemuan _Astrazeneca_ belakangan juga membawa rasa bangga kepada Indonesia. Bagaimana tidak, belakangan diketahui bahwa salah satu dari anggota Tim Sarah yang menemukan vaksin tersebut adalah
Indra Rudiansyah seorang mahasiswa Indonesia. Indra tengah menyelesaikan studi di Inggris, mengambil pendidikan S3 di Clinical Medicine University of Oxford, Inggris.

Indra sempat berbincang dengan Menteri BUMN, Eric Tohir. Dalam perbincangan itu, Eric berupaya merayu Indra agar kembali ke Indonesia. Saat ditanya oleh Eric kapan kembali ke Indonesia, Indra mengatakan Oktober 2022. Eric sempat mengutip ujaran Presiden Pertama Indonesia, Ir. Sukarno tentang dibutuhkan 10 pemuda untuk memgguncang dunia.

Erick pun berharap agar Indra tetap berkontribusi untuk Indonesia. Salah satunya terlibat dalam pengembangan vaksin baik untuk COVID-19 maupun vaksin penyakit lainnya. Dalam rangka berkontribhsi untuk Indonesia itu, Eric memastikan bahwa Indra hendak bergabung dengan Bio Farma, dan mengamalkan ilmunya untuk bangsa dan negara.

Mungkin di luar negeri sana, masih banyak Indra-Indra lain. Sosok langka seperti Indra, kadang memiliki keinginan yang besar untuk mengabdikan diri dan memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Namun, disayangkan minimnya dana riset di Indonesia, membuat mereka harus mengandikan diri di negara lain. Dana riset yang hanya sebesar 0,25 persen dari PDB Indonesia, lebih rendah dari negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura yang mencapai 2,64 persen dari PDB atau Malaysia 1,29 persen dari PDB. Apalagi jika dibandingkan negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Salah satu langkah paling tepat untuk "merayu" orang-orang Indonesia jenius untuk kembali ke Tanah Air mungkin dengan meningkatkan alokasi dana riset nasional. Di lain sisi, peneliti jenius yang sudah mengabdikan diri di tanah air juga perlu didukung serta diperhatikan kesejahteraannya. Peta peraturangan global mengalami banyak perubahan, perang konvensional juga tengah mengalami peralihan menjadi perang yabg lebih moderen.

Dalam upaya memenangkan perang atau persaingan global, diperlukan peneliti-peneliti jenius. Oleh karena itu, dukungan dana serta keinginan politik yang kuat sangat diperlukan untuk menghasilkan riset terbaik. Tujuan dari riset tersebut adalah untuk menjadikan Indonesia Unggul, serta sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Penulis Oleh: Amos Tauruy / Pemerhati Ekopolin dan Sosial.

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB

Berpartai Dengan Riang Gembira Ala Bang Jago

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB

Krisdayanti Menyingkap Kebenaran Publik

Senin, 20 September 2021 | 18:25 WIB

Rocky Gerung Meraung, Penguasa Limbung

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB

Mendamba Independensi Jurnalis

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB

Memiliki Kehilangan dan Ketiadaan

Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB

Sunyi Sepi Kehadiran Illahi

Senin, 13 September 2021 | 16:20 WIB

Megawati, Demokrasi dan Feodalisme

Jumat, 10 September 2021 | 10:15 WIB

Menguak Kontroversi Demokrasi Terpimpin

Senin, 6 September 2021 | 19:20 WIB

Meluruskan Pernyataan Bung Radhar Yang Keliru

Jumat, 3 September 2021 | 10:50 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Dan 'Level Of Trust'

Minggu, 29 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Semangat Terbarukan Mengawal Agenda Reformasi 1998

Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:45 WIB
X