• Kamis, 21 Oktober 2021

Jatuh Hati Dengan PAN Karena Figur Zulhas

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:00 WIB
IMG-20210805-WA0064
IMG-20210805-WA0064

Strategi.id - Kembalinya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada Kongres V PAN di Kendari pada 2020 yang silam, membulatkan tekad saya untuk bergabung dan berjuang bersama PAN, partai yang lahir dari embrio reformasi 1998.

Memang PAN bukanlah partai pertama kali tempat saya berlabuh sebagai pilihan politik pasca student. Bukan karena saya kecewa kemudian pindah partai, tapi karena amanat UU partai saya terdegradasi dari kancah politik nasional.

Dengan penuh keyakinan kuat, Insya Allah PAN akan menjadi pilihan politik terkahir saya untuk mewujudkan cita-cita reformasi 1998 dan cita-cita Kemerdekaan Indonesia 1945.

Lantas, apa yang membuat saya jatuh hati dengan PAN ?

Sudah barang tentu bukan perkara mudah bagi saya untuk menetapkan pilihan politik kali kedua. Dengan kalkulasi politik yang matang saya jatuhkan pilihan politik saya ke PAN.

Sejauh ini saya melakukan pengamatan dengan seksama, sejak sebelum dan sesudah kongres, bahkan sampai hari ini, PAN tidak pernah lepas dari pantauan.

Bang Zulhas dengan tim yang solid berhasil mencetak sejarah baru dan memasuki babak baru yang penuh dinamika.

Kini sudah tidak ada lagi matahari kembar didalam tubuh PAN. Memang tidak mudah bagi Bang Zulhas untuk menahkodai PAN diperiode keduanya.

Tapi bukan berarti Bang Zulhas tidak bisa membawa perahu besar PAN memenangkan pemilu 2024 yang akan datang.

Politik akomodasi Bang Zulhas berhasil melewati rintangan pertama pasca kongres. Kekuatan lama PAN (Ketua Umum PAN terdahulu), maupun pihak yang berseberangan saat kongres dirangkul dalam struktur kepengurusan (baik di DPP, DPW, maupun DPD).

Gerakan Politik Kebangsaan yang digagas Bang Zulhas pun sangat relevan dengan situasi politik nasional saat ini. Dimana pasca pilpres 2019 lalu terbentuk dua kutub ekstrim yaitu pihak sana dan pihak sini, yang lahirkan polarisasi yang cenderung mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keputusan PAN mengambil sikap politik jalan tengah seakan memberi pesan damai arah baru gerakan politik PAN yang fokus pada ide dan gagasan.

Memang keputusan ini tidak populer dan tidak seksi. Sehingga Bang Zulhas maupun PAN dibully, karena PAN tidak mengambil sikap oposisi.

Bang Zulhas tetap tegar dengan keputusannya, bahkan selalu mengatakan disetiap kesempatan bahwa PAN berada ditengah. PAN bukan oposisi, PAN diluar pemerintahan. PAN akan berjuang bersama rakyat dan mengkritisi pemerintah apabila kebijakan pemerintah merugikan rakyat.

Bahkan PAN makin meneguhkan jati dirinya sebagai partai nasionalis-religius. Partai yang berbasis pemilih utama umat Islam yang memegang teguh nilai-nilai Islam dan Pancasila yang bhinneka tunggal Ika.

Ini mempertegas bahwa PAN hari ini menjadi partai terbuka dan modern.

Dalam pengamatan saya, sikap politik Bang Zulhas sangat mencerminkan seorang negarawan. Bang Zulhas lebih mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan elektoral partainya.

Ini suatu sikap yang mulia, sikap yang jarang dimiliki politisi ditanah air. Sikap inilah yang membuat saya jatuh hati dengan PAN dibawah kepemimpinan Bang Zulhas diperiode keduanya.

Apalagi ketika bangsa Indonesia didera pandemi COVID-19, sudah satu tahun lebih kita berada dimasa pandemi yang membuat rakyat Indonesia menderita.

PAN selalu hadir ditengah masyarakat sejak awal pandemi. Membantu meringankan kesulitan masyarakat yang terdampak ekonomi, maupun melakukan upaya pemulihan kesehatan masyarakat.

Disaat rakyat sedang susah, kemudian ada kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, PAN dengan lantang berani menolak dengan tegas kebijakan tersebut.

Selain itu PAN juga berada digaris terdepan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat melalui wakil-wakilnya di parlemen.

Namun PAN mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Malah PAN berada digarda terdepan mensukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

PAN menggelar vaksinasi, suntik vitamin c, multivitamin dan swab gratis diseluruh tanah air, sebagai bentuk kepedulian PAN terhadap kesehatan rakyat Indonesia demi terwujudnya herd immunity.

Kerja nyata PAN dimasa pandemi COVID-19 membuat hati saya semakin kuat untuk bergabung bersama PAN.

Memang keputusan Bang Zulhas tidak bisa menyenangkan semua pihak. Saya sangat menyadari apa yang dilakukan Bang Zulhas bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan partai dan bangsa Indonesia.

Dinamika diinternal PAN menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses kebesaran partai. Semakin dinamis, semakin memperkuat soliditas partai.

Saya berkeyakinan, dengan sikap politik dan kerja-kerja politik PAN, Insya Allah saya berada di gerbong yang tepat bersama Bang Zulhas dan PAN.

Penulis Oleh: Haridt Rahman Hakim(Ari Ambon) /Aktivis Gerakan Reformasi 1998, Ketua HASWAJA RAYA, Kader PAN DKI Jakarta.

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mati Berdiri Ala Indonesia

Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Tak Usah Malu Kepada Risma

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:05 WIB

Sejarah Kelam GESTOK di Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB

Berpartai Dengan Riang Gembira Ala Bang Jago

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB

Krisdayanti Menyingkap Kebenaran Publik

Senin, 20 September 2021 | 18:25 WIB

Rocky Gerung Meraung, Penguasa Limbung

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB

Mendamba Independensi Jurnalis

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB

Memiliki Kehilangan dan Ketiadaan

Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB
X