• Rabu, 20 Oktober 2021

PAN Meneguhkan Kembali Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 20:00 WIB
IMG-20210817-WA0136
IMG-20210817-WA0136

Strategi.id - "Berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi, dan berkepribadian dibidang budaya" (Bung Karno).

Ikhtiar Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dalam melakukan proses percepatan memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona (COVID-19) dengan kerja keras kader melakukan kerja nyata dilapangan.

Dari upaya membantu rakyat yang dinyatakan positif COVID-19, maupun yang terdampak secara ekonomi dan kesehatan, sampai dengan upaya membantu mensukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

Upaya Bang Zulhas dalam menangani pandemi tidak hanya berhenti sampai disitu saja.

PAN diseluruh nusantara juga menggelar _"Munajat Untuk Indonesia Sehat"_ secara virtual, sebagai bentuk permohonan dan perlindungan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar badai COVID-19 cepat berlalu dari tanah air tercinta.

Hal ini membuktikan bahwa PAN tidak meninggalkan jati dirinya sebagai partai yang memiliki basis utama pemilihnya adalah umat Islam.

Hari ini, bertepatan dengan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2021. PAN menggelar upacara bendera secara virtual dengan seluruh pengurus DPW dan DPD PAN se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh Bang Zulhas sebagai inspektur upacara.

Ada yang istimewa dari peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini. Bang Zulhas, mengingatkan kembali _grand design_ tujuan awal kemerdekaan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan dan penindasan kaum imperialis selama berabad-abad yang lalu.

Kemerdekaan Indonesia tidak datang dengan tiba-tiba, kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari para penjajah.

Kemerdekaan Indonesia direbut dengan darah dan air mata, dengan proses perjuangan panjang yang mengorbankan harta, benda, bahkan jiwa dan raga.

Para pejuang dan pendiri bangsa sudah meletakan dasar-dasar yang kokoh sebagai _guidance_ kepada generasi penerus bangsa untuk mewujudkan cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan Pancasila yang Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bang Zulhas sangat prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Apa yang dilakukan hari ini semakin menjauh dari cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia.

Demokrasi (pemilu, pilpres dan pilkada) yang sejatinya sebagai alat mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia, kini justru berpotensi memecah belah sesama anak bangsa.

Bang Zulhas pun mengingatkan kembali *Tri Sakti* yang disampaikan *Bung Karno* saat pidato kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1964, *Berdaulat dibidang politik, Berdikari dibidang ekonomi, dan berkepribadian dibidang budaya*.

Bang Zulhas mengajak seluruh komponen bangsa, tokoh nasional, tokoh agama, tokoh politik dan seluruh rakyat Indonesia untuk merenungi kembali makna kemerdekaan dan cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

_"Melindungi segenap tumpah darah Indonesia, Mencerdaskan kehidupan bangsa, Memajukan kesejahteraan umum dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial"_ (Pembukaan UUD 45 alinea keempat).

Sudah semestinya kegelisahan Bang Zulhas menjadi kegelisahan kita bersama, kekhawatiran Bang Zulhas terhadap arah perjalanan bangsa yang semakin menjauh dari cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia harus menjadi kekhawatiran kita bersama.

Sehingga kita semua dapat mencari solusi terhadap persoalan bangsa dan mengembalikan arah cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia yang digagas para _founding father_ yang diletakkan sebagai pondasi dasar mewujudkan kejayaan Indonesia.

Ini membuktikan bahwa PAN dibawah kepemimpinan Bang Zulhas lebih mengedepankan kepentingan nasional yang jauh lebih besar ketimbang kepentingan elektoral partainya.

Bang Zulhas tak bosan-bosan pula mengajak kader PAN, tokoh-tokoh, pimpinan partai politik, pemerintah, dan seluruh komponen bangsa untuk menebarkan _common good_ sebagai pandangan politik dan selalu hadir ditengah rakyat yang menderita akibat pandemi.

Tentu apa yang dilakukan Bang Zulhas bisa menjawab kekhawatiran banyak pihak terkait krisis nilai yang melanda pemimpin Indonesia belakangan ini.

Penulis Oleh: Lutfi Nasution /
Aktivis Gerakan Reformasi 1998,
Pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) 1998,
Ketua Umum Senat Univ. Jakarta 1997-1999,
Ketua Umum Indonesia Muda,
Ketua Gerakan Anti COVID-19 J9B 031,
Wakil Ketua Kampung Tangguh Jaya RW 09 Kel. Grogol,
Kader Partai Amanat Nasional (PAN).

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Kemuliaan Akhlak dan Keteladanan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Atasi Pinjaman Online, Jamin Hak Dasar Rakyat!

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Utang 'Tersembunyi' dari China?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Jokowi Membuat Banyak Orang Gila

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Krisis Energi vs EBT & Covid

Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mati Berdiri Ala Indonesia

Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Tak Usah Malu Kepada Risma

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:05 WIB

Sejarah Kelam GESTOK di Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:15 WIB

Giring Bermental Miring, Anies Tetap Humanis

Kamis, 23 September 2021 | 11:45 WIB

Hentikan Konflik Petani

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB

Berpartai Dengan Riang Gembira Ala Bang Jago

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB

Krisdayanti Menyingkap Kebenaran Publik

Senin, 20 September 2021 | 18:25 WIB

Rocky Gerung Meraung, Penguasa Limbung

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB

Mendamba Independensi Jurnalis

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB

Memiliki Kehilangan dan Ketiadaan

Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB
X