• Rabu, 20 Oktober 2021

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

- Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB
Dr Usmar - Proyek Strategis Mbtk Yang Tersandera (dok Dr Usmar (strategi.id))
Dr Usmar - Proyek Strategis Mbtk Yang Tersandera (dok Dr Usmar (strategi.id))

STRATEGI.ID - Ketika taggal 24 Agustus 2021 Presiden Jokowi dengan ceria saat meresmikan Jalan Tol pertama di pulau Borneo, yaitu Tol Balikpapan-Samarinda sambil melantunkan kalimat yang sangat optimistik, telah membangkitkan harapan dan semangat masyarakat di Kalimantan Timur.

Masyarakat juga turut bergembira atas Proyek Strategis ini, saat Presiden mengatakan “keberadaan jalan tol tersebut menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan jaringan logistik dan memperbaiki daya saing terutama komoditas-komoditas yang diproduksi di Provinsi Kalimantan Timur”. Sungguh sebuah keinginan yang sangat mulia dari seorang Presiden yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Kegembiraan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Balikpapan-Samarinda terhadap Proyek Strategi ini, ternyata tidaklah sama dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Kabupaten Kutai Timur, khususnya masyarakat maloy di kecamatan Sangkulirang.

Hadirnya Harapan Baru

Menjelang memasuki tahapan ke-4 atau terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 di era Presiden Jokowi ini, telah mendorong berbagai upaya pembangunan ekonomi yang lebih merata untuk wilayah Indonesia Timur, tak terkecuali di Benua Etam (Kalimantan Timur).

Sebagai implementasi dari niat suci pemerintah ini, maka digagas akan dibangun 7 buah proyek strategis nasional di Kalimantan Timur, dan satu diataranya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) yang berada di kecamatan Sangkulirang kabupaten Kutai Timur.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Sebagai wujud keseriusan dari komitmen untuk mengembangkan kegiatan perekonomian pada wilayah Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur yang bersifat strategis, maka ditetapkanlah PP Nomor 85 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Pemilihan pembangunan KEK MBTK ini, berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, dimana kelak KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi lainnya, seperti industri mineral, gas dan batu bara.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manusia Silver

Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X