• Rabu, 20 Oktober 2021

Indonesia Punya Modal Cukup untuk Jadi Produsen Batrei Listrik, Itu Tak Diingini Negara Tetangga

- Minggu, 19 September 2021 | 14:00 WIB
Indonesia bakal jadi produsen batrei listrik, satu pabriknya telah dibangun. (Ilustrasi/Dok:sekpres)
Indonesia bakal jadi produsen batrei listrik, satu pabriknya telah dibangun. (Ilustrasi/Dok:sekpres)

STRATEGI.ID – Bangga menjadi Indonesia, alamnya indah, kekayaan sumber daya alam (SDA)-nya berlimpah, dan orangnya ramah-ramah. Salah satu SDA yang berlimpah di Indonesia adalah nikel, yang merupakan unsur logam penting dalam pembuatan batrei listrik. Batrei listrik menjadi sumber energi terbarukan. Hal ini membuat nikel menjadi incaran negara-negara produsen batrei listirik, dengan demikian negara-negara yang memiliki sumber daya nikel melimpah menjadi surga bagi negara produsen batrei listrik.

Baca Juga: Roasting Hammer H1 Milik Bamsoet, Unik Gagah dan Jarang Ada

Indonesia telah sejak lama menjadi eksportir raw materials nikel ke negara-negara produsen batrei listrik. Data terakhir pada 2019 mengatakan Indonesia menguasai 20 persen eksport bijih nikel dunia. Dalam kurun waktu beberapa tahun sebelum sampai dengan 2019 ekspor bijih nikel Indonesia terus mengalami peninggkatan. Negara tujuan ekspor bijih nikel Indonesia antara lain: China, Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa. Negara-negara yang merupakan produsen batrei listrik. Namun pada Januari 2020 pemerintah Indonesia mengeluarkan pelarangan ekspor bijih nikel ke luar negeri.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Kontribusi Indonesia Hadapi Situasi Darurat Sektor Energi dan Perubahan Iklim

Kebijakan tersebut sontak mendatangkan protes dari negara-negara importir bijih nikel dari Indonesia. Kebijakan serupa bukan kali pertama dikeluarkan pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menambah nilai jual dari mineral hasil bumi Indonesia. TIdak lagi dalam bentuk raw materials atau barang mentah, melainkan yang sudah diolah melalui smelter. Bahkan, nampaknya tak sampai di situ, khusus untuk nikel ada upaya dari pemerintah untuk memanfaatkan melimpahnya sumber daya nikel untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen batrei listrik.

Baca Juga: Prabowo Subianto Bawa Kapal Freget Arrowhead 140, Sufmi Dasco : Yakinlah Angkatan Laut China Akan Gemetar

Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya pabrik batrei kendaraan litrik di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut menjadi satu-satunya pabrik batrei kendaraan listrik di Kawasan Asia Tenggara. Namun Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia pada Jumat (17/09/21) mengatakan negara tetangga tidak menginginkan Indonesia menjadi negara produsn batrei listrik. Akan tetapi, Presiden Joko Widodo sudah bertekad Indonesia harus menggapai hilirisasi industry batrei dan kendaraan listrik. Tentunya, bukan hanya negara tetangga yang tidak menginginkan hal tersebut, negara-negara yang telah terlebih dahulu sudah tentu akan merasa tercanam jika tekad untuk menjadi produsen batrei listrik bisa diwujudkan oleh Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Dorong Mobil Listrik? Indonesia Punya Nikel Berlimpah, Tetapi Yang Kontrol Tiongkok

Hal ini dikarenakan negara-negara produsen batrei listri memiliki ketergantungan terhadap bijih nikel Indonesia. Jika hilirisasi batrei listrik dan mobil listrik berjalan sesuai harapan, dan tidak ada tengkulak memburu rente yang melayani kepentingan asing, sudah pastik akan sulit bagi negara-negara produsen batrei listrik untuk mendapatkan bijih nikel dari Indonesia seperti sekarang. Indonesia mungkin masih melakukan ekspor biji besi, tetapi sudah tentu akan terlebih dahulu mendahulukan kebutuhan industri dalam negeri. Hal tersebut akan menganggu kepentingan negara-negara produsen batrei listrik, dan negara tetangga yang sekadar bisa jualan jasa menjadi makelar dan “tukang stemple” lesensi ekspor impor barang.

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Sumber: Strategi.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manusia Silver

Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X