• Minggu, 28 November 2021

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

- Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB
Foto: Ilustrasi (Pixabay)
Foto: Ilustrasi (Pixabay)

STRATEGI.ID - Banyak orang terkaget-kaget, ketika seorang profesor dari sebuah perguruan tinggi ternama ditangkap basah oleh petugas badan antikorupsi dengan tuduhan menerima suap. Dosen itu dari tampilan luar sebelumnya dikenal sebagai seorang yang baik, sederhana, santun, idealis, berintegritas.

Kalau tidak ada bukti konkret, berupa tumpukan uang senilai miliaran rupiah yang disita di lokasi penangkapan, berita itu rasanya sulit dipercaya. Kasus yang “sulit dipercaya” semacam ini bukanlah hal baru.

Dalam kasus lain, juga ada tokoh politik yang dikenal religius, rajin beribadah, sering bicara antikorupsi, bahkan fasih mengutip ayat-ayat kitab suci. Ia juga ditangkap petugas dengan tuduhan terlibat korupsi.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan Eks Pimpinan Bank Jateng Tersangka Korupsi

Berbagai kasus korupsi lain juga telah diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kementerian yang berurusan dengan agama dan pendidikan. Ini dua bidang yang sepatutnya menjadi tonggak atau teladan penegakan etika birokrasi dan moralitas.

Yang membuat bingung dan sulit dipahami masyarakat adalah, bagaimana bisa terjadi kontras yang begitu tajam dan secara logika sulit dipertemukan. Seperti, seseorang yang tekun beribadah, setiap hari minimal secara formal selalu menyembah Tuhan. Tetapi kok pada saat yang sama juga melakukan korupsi?

Bukankah korupsi, sebagaimana juga mencuri dan merampok, adalah tindakan terlarang dan tercela di mata Tuhan, dan bertentangan dengan ajaran semua agama?

Baca Juga: Peringati HARGANAS, Ketua KPK H. Firli Bahuri: Budaya dan Semangat Anti Korupsi Dimulai Dari Keluarga

Bagaimana pula seorang dosen, guru, pendidik, yang setiap hari mengajarkan hal-hal yang penuh idealisme dan nilai-nilai moral pada mahasiswanya, tetapi pada saat yang sama juga aktif melakukan korupsi? Bukankah tindak pidana yang dilakukannya itu bertentangan langsung dengan idealisme dan nilai-nilai moral yang ia ajarkan?

Belum lama ini juga ada kasus, seorang Irjen polisi menjadi narapidana karena terbukti menerima suap senilai sekitar Rp 7 miliar. Di dalam rumah tahanan, dia menganiaya seorang tahanan kasus penistaan agama, yang belum diadili.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 10 Pemuda Harapan Bangsa Masih Jauh Dirantau

Rabu, 17 November 2021 | 07:00 WIB

Tantangan Trisakti Bagi Kepemimpinan Milenialist

Selasa, 16 November 2021 | 11:00 WIB

Petani Harus Berdaulat, Berdikari dan Berkebudayaan

Sabtu, 13 November 2021 | 23:00 WIB

Jumat Berkah: Sandal Jepit dan Nilai-Nilai Pancasilais

Jumat, 12 November 2021 | 15:30 WIB

Fenomena Sadfishing di Media Sosial TikTok

Selasa, 9 November 2021 | 11:40 WIB

BPIP Merawat Persatuan Melalui Batik

Rabu, 3 November 2021 | 18:30 WIB

Ketika Terbang Wajib PCR

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Manusia Silver

Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB
X