• Sabtu, 27 November 2021

Risma dan Gaya Komunikasi Politik Pemimpin yang Jujur

- Senin, 4 Oktober 2021 | 21:30 WIB
Risma dan Gaya Komunikasi Politik Pemimpin yang Jujur  (Foto:Dok Pribadi)
Risma dan Gaya Komunikasi Politik Pemimpin yang Jujur (Foto:Dok Pribadi)

STRATEGI.ID - Aksi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memarahi pendamping PKH mendapat perhatian publik. Sebab Menteri Sosial ada pejabat publik sehingga apa yang diucapkan dan dilakukan juga akan menjadi perbincangan publik.

Apa yang dilakukan Ibu Risma adalah style (gaya) komunikasi politik seorang pemimpin yang jujur dan memiliki ambisi moral untuk rakyat. Tetapi sub-sub pemerintahan banyak yang bermental kacung. Marah-marah adalah akibat dari prilaku petugas lain yang kacung tadi sebagai penyebab yang kronis.

Baca Juga: Risma Sebut Data PBI Jaminan Kesehatan Sudah Terintegrasi dengan DTKS

Sebenarnya reaksi Ibu Mensos Tri Rismaharini dalam kasus soal data penerima bansos di Gorontalo itu adalah dipicu oleh masalah klasik yg sifatnya umum terjadi di banyak tempat di republik ini.

Apa yang terjadi sesungguhnya adalah hanya satu sisi kecil saja dari masalah besar dalam manajemen pendistribusian bansos itu. Kita juga perlu menyadari bahwa masih segudang lagi masalah lain yang tidak diketahui oleh Ibu Menteri Sosial kita.

Baca Juga: Presiden Jokowi : Papua Barat Miliki Potensi Menjadi Produsen Utama Komoditas Pertanian

Jika kita menelusuri dgn logika teori sistem atas manajemen pendistribusian bansos itu, mulai dari hulu hingga hilir (di tangan rakyat yang berhak menerima), terdapat banyak pihak yang terlibat sebagai sub-sistem dari sistem manajemen kebijakan bansos itu.

Pertama, Logika kerja sistem dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka semua sub-sistem yg terlibat harus melakukan tugas dan fungsi secara bertanggung jawab.

Baca Juga: FKG Universitas Dr. Moestopo Lakukan Vaksinasi Booster

Kedua, sub-sistem yang satu dengan sub-sistem yang lain dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing bersifat saling ketergantungan (interdependensi) satu dengan lainnya. Artinya, semua sub-sistem yang terlibat dalam manajemen pendistribusian bansos itu dari hulu hingga hilir harus saling berkoordinasi, berkomunikasi dan saling mengawasi sehingga standar manajemen yang sudah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ada penyelewengan.

Halaman:

Editor: Rialdo L Toruan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 10 Pemuda Harapan Bangsa Masih Jauh Dirantau

Rabu, 17 November 2021 | 07:00 WIB

Tantangan Trisakti Bagi Kepemimpinan Milenialist

Selasa, 16 November 2021 | 11:00 WIB

Petani Harus Berdaulat, Berdikari dan Berkebudayaan

Sabtu, 13 November 2021 | 23:00 WIB

Jumat Berkah: Sandal Jepit dan Nilai-Nilai Pancasilais

Jumat, 12 November 2021 | 15:30 WIB

Fenomena Sadfishing di Media Sosial TikTok

Selasa, 9 November 2021 | 11:40 WIB

BPIP Merawat Persatuan Melalui Batik

Rabu, 3 November 2021 | 18:30 WIB

Ketika Terbang Wajib PCR

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Manusia Silver

Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB
X