• Selasa, 25 Januari 2022

Mengenang Raja Bermata Satu Si De Verdrijver der Hollanders dan Meriam Perjuangan Orahili

- Rabu, 10 November 2021 | 10:30 WIB
Lukisan Laowo. 2020
Lukisan Laowo. 2020


STRATEGI.ID-Ide menulis artikel ini berawal dari setelah penulis membaca laporan penelitian Sejarah Perjuangan Masyarakat Nias yang disusun pada tahun 1988. Dalam laporan ini disebutkan satu julukan “De Verdrijver der Hollanders” dengan merujuk pada tulisan Tengku Luckman Sinar, SH. (Sejarawan dan Budayawan Melayu Sumatera Utara).

Rasa penasaran penulis muncul ketika membaca makalah Tengku Luckman Sinar, SH., ini yang berjudul “PERANG NIAS (1840-1863)” KEPAHLAWAN RAJA ORAHILI (Mengenang kepahlawanan RAJA ORAHILI, dijuluki “DE VERDRIJVER DER HOLLANDERS” yang disampaikan pada Seminar Nasional “Mengenal Tokoh, Pejuang dan Pahlawan Sumatera Utara” diselenggarakan oleh Pussis Unimed pada 10 November 2007. Dalam benak penulis pasti ada nama siapa raja yang dimaksud. Namun setelah tuntas membacanya penulis tidak menemukan nama raja yang dimaksud.

Berawal dari sana, penulis mulai mencari tahu siapa raja yang dimaksud. Banyak klaim yang penulis dengar tetapi secara fakta historis tidak mendukung. Kendala utama ketika menulis artikel ini narasumber yang terbatas karena peristiwanya terjadi 165 tahun yang lalu, dimana tokoh dan saksi-saksinya serta penutur yang kompeten sudah tidak ada lagi sekarang. Kendala ini tidak mengurungkan niat penulis untuk berselancar mencari siapa sesungguhnya raja yang dimaksud. Berkat beberapa tulisan yang dipublikasikan pada kurun waktu tahun 1866 sampai 1967 akhirnya rasa penasarn penulis terjawab sudah dengan fakta-fakta historisnya.

Baca Juga: Kisah Hidup Sang Pahlawan Nasional, Bapak Republik Indonesia Yang Tak Bisa Digebuk

Terima kasihku kepada paman Aturan Wau dengan gelar adat Tuha Siholaluo yang ada di Belgia yang banyak membantu penulis untuk menerjemahkan teks-teks berbahasa Belanda dan kepada ibu Helena atas terjemahan bahasa Jermannya serta kepada Prof. Jerome A. Feldman atas kiriman foto-foto aktual yang diberikan sehingga menghindari penulis dari interpretasi subjektifitas.

Sekilas Tentang Orahili dan Perjumpaan dengan Kompeni

Orahili adalah nama sebuah banua (negeri). Tahun berdirinya Orahili tak dapat dipastikan dengan pasti, tetapi berdasarkan perhitungan generasi maka kita akan sampai pada tahun perkiraan sekitar tahun 1700an. Perpindahan dari Lahusa ke Orahili mulai dari Laowofa'oyana sampai tahun 1863 generasi Laowosindruhu ada 8 generasi (versi silsilah di Bawõmataluo). Bila menggunakan perbandingan selisih generasi penulis dengan tahun berdirinya Bawömataluo tahun 1868 (ada 6 generasi), maka rata-rata selisih antar generasi 17 tahun. Maka tahun pendirian Orahili dengan 8 generasi adalah sekitar tahun 1727.

Berikut ini, kurun waktu mulai dari Orahili, Bawõmataluo (Orahili Lama) dan Orahili Baru.

1. K. l. 1700 - Juni 1863 adalah kurun waktu dengan nama Orahili.

2. Juli 1863 - 1868 masa pengembaraan, warga Orahili mengembara selama 5 tahun mencari pemukiman baru sampai ke Barujõsifaedo dan menetap di Bawomataluo.

Halaman:

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB

Polri Harus Tetap Di Bawah Langsung Presiden

Senin, 3 Januari 2022 | 17:00 WIB

KPK Dijadikan Permanen, Indonesia Menjadi Raya

Minggu, 2 Januari 2022 | 18:00 WIB

PT 0 Persen Tindakan Ego Politik

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:00 WIB
X