• Minggu, 23 Januari 2022

Petani Harus Berdaulat, Berdikari dan Berkebudayaan

- Sabtu, 13 November 2021 | 23:00 WIB
Lakukan Pendekataan Terhadap Petani, Benarkah Puan Maharani Pencitraan? (Instagram.com/@puanmaharaniri)
Lakukan Pendekataan Terhadap Petani, Benarkah Puan Maharani Pencitraan? (Instagram.com/@puanmaharaniri)

STRATEGI.ID - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki sumberdaya yang sangat berlimpah, salah satu nya adalah pertanian.

Dengan luas wilayah daratan Indonesia sekitar 1.919.440 km² seharusnya petaninya sudah sejahtera, namun apa lacur yang terjadi malah setiap tahunnya lahan pertanian terutama sawah terus mengalami penyusutan.

Baca Juga: Pertamina Maksimalkan Pemadaman Tangki di Area Kilang Cilacap Menggunakan High Capacity Foam Monitor

Penyusutan luas lahan pertanian secara terus menerus ini jelas tidak menguntungkan posisi pembangunan industri pertanian Indonesia, sudah seharusnya ada perubahan kebijakan mendasar atas strategi dan skala prioritas program pembangunan, di tengah ketidakpastian iklim perekonomian dunia, anomali cuaca dengan potensi bencana terus terjadi serta defisit anggaran yang kian lebar, apalagi dengan kebijakan perdagangan yang terus dikembangkan selama ini.

Oleh karenanya perlu untuk mendorong lahirnya kebijakan dan model perdagangan yang lebih pro petani Indonesia.

Baca Juga: Kilang Minyak Pertamina di Cilacap Terbakar, Bagaimana dengan Pemasokan BBM dan Elpiji ?

Penyusutan lahan pertanian telah terjadi sejak 10 tahun terakhir ini, penurunan ini terjadi karena adanya alih fungsi lahan oleh kebijakan pembangunan infrastruktur, baik itu jalan maupun perumahan, di satu sisi.

Di sisi lain, kebijakan penambahan luas lahan atau pencetakan lahan baru di luar Jawa, tidak mampu memenuhi produktivitas yang ditetapkan secara nasional dan hanya menghasilkan produksi padi yang berkualitas rendah.

Baca Juga: Mimpi Teuku Tegar Atlet Peraih Emas PON Jadi Polisi Dikabulkan Kapolri Listyo Sigit

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luasan panen padi Tahun 2020 hanya mencapai 10,66 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 0,19 % dibandingkan dengan tahun 2019 yang sejumlah 10,68 juta hektar atau selisih sekitar 20,61 ribu hektar lebih banyak.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB

Polri Harus Tetap Di Bawah Langsung Presiden

Senin, 3 Januari 2022 | 17:00 WIB

KPK Dijadikan Permanen, Indonesia Menjadi Raya

Minggu, 2 Januari 2022 | 18:00 WIB

PT 0 Persen Tindakan Ego Politik

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:00 WIB
X