• Selasa, 25 Januari 2022

Ini 10 Pemuda Harapan Bangsa Masih Jauh Dirantau

- Rabu, 17 November 2021 | 07:00 WIB
 (StockSnap  dari pixelbay)
(StockSnap dari pixelbay)

STRATEGI.ID - "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" . (Bung Karno)

Mungkin ungkapan diatas terkesan halu dan tidak masuk akal, kenapa? karena kita terlalu underestimate terhadap kemampuan diri kita sendiri sebagai bangsa yang besar.

Bangsa Indonesia, bangsa yang tak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusianya yang berkualitas. Sayangnya, keberadaan mereka justru ditolak di negeri sendiri, dan lebih dihargai negeri asing.

Baca Juga: Garuda Indonesia Sampaikan Skema Proposal Restrukturisasi kepada Lessor dan Kreditur

Muhammad Kusrin misalnya, namanya sempat ramai diperbincangkan karena ia dapat merakit bahan bekas menjadi TV siap pakai. Namun, di depan matanya sendiri, ia harus merelakan karyanya yang dibuat dengan susah payah itu dihancurkan dengan alasan tak memiliki label SNI. Ironis memang.

Bahkan, Kusrin bukan satu-satunya penemu yang karyanya yang tak dihargai di negeri sendiri. Dirangkum dari berbagai sumber, beberapa penemu jenius yang tak diapresiasi di negeri sendiri, malah dihargai negara lain.

1. Prof. Dr. Khoirul Anwar - penemu teknologi broadband

Apakah ponsel yang anda gunakan untuk belajar sudah mampu menangkap jaringan 4G? Jika sudah maka berikan apresiasi pada Prof. Dr. Khoirul Anwar. Ia dianggap sebagai salah satu peneliti terbaik di Jepang yang berasal dari Indonesia. Prof. Dr. Khoirul Anwar bekerja di Nara Institute of Science and Technology, ia memiliki paten 4G berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yaitu merupakan teknologi broadband yang diciptakan beliau, menjadi langkah awal terciptanya Mobile 4G LTE.

Baca Juga: 4,9 MW Ladang Tenaga Surya untuk Mendanai Proyek Komunitas Aborigin

2. Yogi Ahmad Erlangga - rumus matematika dalam perminyakan

Selanjutnya adalah Yogi Ahmad Erlangga, laki-laki berusia 31 tahun ini menempuh pendidikan di Delft University of Technology di Belanda. Ia tercatat sebagai doktor matematika termuda, rumus yang ditemukannya dapat menyelesaikan berbagai masalah perminyakan. Karena rumusnya tersebut, menarik perhatian perusahaan minyak dunia sekaliber Shell.

3. Muhammad Nurhuda - kompor ramah lingkungan

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB

Polri Harus Tetap Di Bawah Langsung Presiden

Senin, 3 Januari 2022 | 17:00 WIB

KPK Dijadikan Permanen, Indonesia Menjadi Raya

Minggu, 2 Januari 2022 | 18:00 WIB

PT 0 Persen Tindakan Ego Politik

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:00 WIB
X