• Sabtu, 29 Januari 2022

PT 0 Persen Tindakan Ego Politik

- Kamis, 30 Desember 2021 | 21:00 WIB
Strategi.id- Dr Emrus: Pencopotan 3 Jenderal Bukti Polri Tidak Pandang Bulu (strategi.id)
Strategi.id- Dr Emrus: Pencopotan 3 Jenderal Bukti Polri Tidak Pandang Bulu (strategi.id)

 

STRATEGI.ID - Publik tidak boleh terbius atas wacana presidential threshold (PT) 0 Persen. Sebab, usulan tersebut tidak lepas dari kepentingan dan kekuatan real politik dari partai dan politisi yang mengusulkan.

Sebenarnya sangat mudah mengetahui motif politik mereka. Fakta komunikasi politik menunjukkan, usulan PT 0 Persen itu acapkali datang dari partai yang perolehan kursi di DPR pusat pada Pileg 2019 berada di papan menangah, lebih lagi dari papan bawah.

Kemudian partai yang tidak masuk parlemen pada Pileg 2019 dan partai yang baru berdiri lebih cenderung menginginkan PT 0 Persen agar partainya dapat mengusung Paslon Pilpres 2024. Jadi, sangat kental dengan politik prakmatis.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, Arema FC Jalin Kerja Sama Dengan Buka Lapak

Jika para pewacana mengatakan agar banyak pilihan Paslon Pilpres 2024 bagi rakyat, ini jelas hanya pepesan kosong. Utamanya, mereka ingin mewujudkan kepentingan politik dengan seolah “berlindung” agar lebih banyak pilihan bagi rakyat sebagai dasar argumentasinya. Padahal, saya pastikan tidak demikian.

Sekalipun akan menimbulkan berbagai persoalan bidang politik ke depan karena demokrasi belum dewasa, termasuk kemungkinan terjadi deparpolisasi, mengapa mereka tidak menawarkan PT di luar rentang jumlah 0 hingga 100 Persen ? Misalnya, menawarkan alternatif dari dua kemungkinan.

Pertama, dibuka kanal jalur independent, seperti pada Pilkada. Atau kedua, setiap WNI secara individu berhak menjadi Paslon Pilpres 2024.

Salah satu dari dua alternatif ini tidak mengumandang di ruang publik oleh mereka, karena jauh dari kepentingan kekuasaan partai mereka sendiri, seperti kata orang bijak, “panggang masih jauh dari api”.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, Ahmah Bustomi Optimis Bawa Persija Tembus Target Di Putaran Ke Dua

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB
X