• Sabtu, 29 Januari 2022

KPK Dijadikan Permanen, Indonesia Menjadi Raya

- Minggu, 2 Januari 2022 | 18:00 WIB
Pakar Komunikasi, Emrus Sihombing. (tribratanews.polri.go.id)
Pakar Komunikasi, Emrus Sihombing. (tribratanews.polri.go.id)

 

STRATEGI.ID - Pemberantasan korupsi harus menjadi agenda sangat utama bagi Indonesia tahun 2022 ini dan tahun seterusnya. Tidak memadai lagi sebagai agenda utama. Sebab, korupsi di negeri kita sudah kategori kejahatan sangat-sangat luar biasa dan telah mejadi patologi sosial kronis dan mencengkram menggerogoti secara masif keuangan negara di berbagai instansi.

Selain itu, korupsi merupakan perbuatan a-budaya (tidak berbudaya). Padahal, yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Tuhan yang bisa berpindah dari suatu tempat ke temat lain (hewan), manusia mahluk berbudaya, sedangkan hewan tidak mempunyai budaya.

Di Indonesia hingga saat ini dan sangat boleh jadi ke depan, bahwa peristiwa korupsi masih ada di semua bidang dan lini kehidupan sosial. Korupsi langsung atau tidak langsung, korupsi kasatmata atau tidak kasatmata terus terjadi di berbagai instansi pemerintah.

Baca Juga: Piala AFF, Gagal Bawa Timnas Juara, Witan : Perjalanan Masih Panjang

Bahkan kecerdasan dimiliki oleh oknum birokrat berintegritas rendahan seolah dioptimalkan mengelabui agar perilakunya bukan bagian tindakan korupsi.

Misalnya, bisa saja dilakukan “membatik” tandantangan atau harga penyediaan barang seolah merujuk ke harga rataan di pasar, bukan berdasarkan harga terendah dari produk barang yang sama secara kuantitatif maupun kualitatif.

Anehnya, perbedaan harga rataaan dengan harga terendah bisa jadi mereka maknai sebagi kategori “rezeki” yang masuk ke pundi-pundi pribadi dari sejumlah oknum birokrat.

Sebab, korupsi di sebuah instansi, secara sosiologis dilakukan melalui interaksi komunikasi sesama mereka, termasuk antara lain pemberian “setoran” kepada “raja-raja kecil” yang berpengaruh di institusi tersebut.

Baca Juga: Penyidik Polda Periksa 50 Saksi Kasus BS, Pandawa Nusantara Apresiasi Kerja Polri

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB
X