• Sabtu, 13 Agustus 2022

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB
Sejumlah pentolan demonstran lintas periode, mulai dari aktivis tahun 70an, 80an hingga tahun 90an yang melahirkan reformasi (Pribadi)
Sejumlah pentolan demonstran lintas periode, mulai dari aktivis tahun 70an, 80an hingga tahun 90an yang melahirkan reformasi (Pribadi)

STRATEGI.ID - Minggu siang tanggal 9 Januari 2022, di teriknya kawasan Bantar Gerbang. Tanpa direncanakan dan bukan menjadi sebuah agenda politik. Kota Bekasi yang baru saja diguncang korupsi walikota beserta jajaran pejabat dan pengusaha. Kedatangan para tokoh dan pemimpin pergerakan nasional. Kota berjuluk Patriot tak tanggung-tanggung menampung sejumlah pentolan demonstran lintas periode, mulai dari aktivis tahun 70an, 80an hingga tahun 90an yang melahirkan reformasi.

Dalam sebuah acara resepsi pernikahan putra Kang Setia Dharma seorang Senator ProDem. Mulai dari Tokoh Malari Hariman Siregar, Indro Tjahyo, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Bursah Zarnubi, Ferry Juliantono hingga generasi dibawahnya seperti Adrianto, Niko Ardian, Beathor Suryadi, Iwan Sumule, Eki Girsang aktifis 98 dll. Mereka berkumpul santai, bersenda gurau sembari sesekali fokus membicarakan kondisi aktual negara yang sedang kusut. Sekusut-kusutnya benang yang basah pula.

Begitulah aktivis pergerakan, sudah menjadi tradisi dari kesadaran kritis dan panggilan jiwa. Tanpa kenal waktu, tak peduli suasana serta memandang tempat. Aktifitas mereka sulit untuk bisa dipisahkan dari membicarakan dan menyikapi persoalan-persoalan bangsa. Mereka anak-anak negeri yang tumbuh menjadi tokoh pergerakan sekaligus pemimpin yang mendedikasikan hidupnya sepanjang waktu untuk berkembangnya demokrasi dan segala kebaikan negara.

Baca Juga: Makanan Renyah yang Lagi HIt dan Banyak Dijual Secara Online di Marketplace

Ada yang menarik dan memiliki makna tersendiri dari kongkow-kongkow pemimpin-pemimpin pergerakan nasional tersebut. Di tempat yang tidak jauh dari lokasi Pembuangan Akhir (TPA) sampah warga Jakarta yang ada di Bekasi dan pernah menjadi tempat deklarasi capres-cawapres Mega-Prabowo saat 2009 lalu. Meski dalam suasana penuh seloroh politik, aktifis-aktifis yang sudah kenyang berhadapan dengan beberapa rezim itu. Tetap guyub, konsisten, gigih dan berkarakter menyoroti keprihatinan mendalam situasi nasional.

Dari sekelumit obrolan mereka, tampak mengerucut bahwasanya negara dibawah rezim pemerintahan yang sekarang cenderung menuju kebangkrutan dan kegagalan. Perilaku kekuasaan bukan hanya mendobrak kaidah intelektual dan konstitusional. Lebih dari itu rezim menjalankan negara dengan cara suka-suka dan sesuai kehendaknya. Tanpa batasan dan tanpa norma-norma baik sosial ekonomi, sosial politik dan sosial hukum. Demokrasi dikebiri, aktifis dibungkam dan agama dinista. Rezim benar-benar menggunakan tangan besi dan bahasa kekuasaan dalam mengelola negara.

Komitmen Perjuangan

Negara sering dipermalukan oleh aparat dan institusinya sendiri. Selain perilaku bejat, pemerintah kerapkali berbenturan dan menghadapi konstitusi yang dibuatnya sendiri. Sebagai penyelenggara negara, rezim menjadi identik dan biangkerok dari semua krisis.

Keputusan Mahkamah konstitusi yang menyatakan Omnibus law inskonstitusional bersyarat. Merupakan satu contoh bagi pemerintahan yang sudah berada di luar jalur hukum dan tak ubahnya menguatkan keberadaan negara kriminal.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, Arema FC Berhasil Tekuk Bhayangkara FC Dengan Skor Tipis 1-0

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mereduksi Potensi Korupsi IT Pemerintah

Minggu, 17 Juli 2022 | 11:25 WIB

Membangun Jangkar Kaum Nasionalis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:45 WIB

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB

Arifin Panigoro: Mengingat Pengusaha Hebat

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:30 WIB

Gerakan Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Minggu, 20 Februari 2022 | 16:35 WIB
X