• Kamis, 11 Agustus 2022

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

- Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB
Habib Kribo (Tangkapan layar YouTube Habib Kribo)
Habib Kribo (Tangkapan layar YouTube Habib Kribo)

STRATEGI.ID - Setelah disuguhi kisah-kisah viral pemuda gondrong pirang yang lebih pantas jadi rocker yang jingkrak-jingktak nyanyi tiba-tiba urakan sekonyong-konyong dipuja sebagai ulama spesialis caci maki.

Belum selesai mengelus dada, muncul habib lain yang justru tampil demi melucuti Bahar dari status keulamannya dengan cara yang menurutnya sepadan dengan kelakuannya. Mungkin karena kesal melihat ulah habib pembuat onar juga kecewa terhadap sikap pasif organisasi tersebut, muncul seorang alawi (habib kribo) berinsiatif mengambil sikap.

Melalui channel youtube dia secara intensif mengecam dan membantah pernyataan habib gondrong yang dianggapnya ngawur demi mengisyaratkan keragaman komunitas alawi alias habib. Reaksi kontra Habib Kribo dianggap kontraproduktif dan terkesan ekstrem karena diksi-diksinya yang kasar. Prinsip dialektika berlaku.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, Sah Persik Kediri Pinang Eks Timnas Filipina

Alhasil dua habib ini jadi semacam hiburan reality show. Menkomsumsi berita dan tayangan kontroversi sebagian orang adalah kebutuhan karena memicu adrenaline dan menyalurkan bakat destruksi yang selama ini terkekang oleh norma dan opini dominan.

Terlepas dari mana yang benar dan mana yang salah, Bahar Smith dan Zein Asseggaf menyegarkan dahaga polarirasi di tengah kesuntukan massal akibat pandemi panjang yang mencekam. Keduanya berlomba menjungkirbalikkan norma kesantunan dengan teriak dan caci maki dengan dua narasi yang kontras. Yang pasti, ada pihak yang tak peduli tentang itu sedang mempersiapkan skenario untuk menampilkan Islam sebagai agama mayoritas sebagai biang kegaduhan dengan contoh dua etnis minoritas yang entah sengaja atau kebetulan dijadikan sebagai dasar justifikasi umpatan.

HK mengira dia adalah selalu mendapatkan dukungan. Itulah yang membuatnya pede dan kadang kehilangan kontrol atas mulutnya. Pada akhirnya, kebencian rasial yang tak bermata dan tak berakal akan melahap siapapun, termasuk dia dan habib rivalnya. HK tidak dalam bangsa yang baru terbentuk ini, sentimen primordialisme suku dan daerah jauh lebih kuat ketimbang ikatan konstitusional yang dikonstruksi para fonding fathers.

Cara keras HK terbukti tak terlalu berpengaruh dalam merendakan gelombang kebencian rasial kepada kturunan Arab. Itu terlihat dari comment-comment l di bawah videonya yang mencemmoh semua orang arab yang tersebar di lebih dari 24 negara dan keturunan Arab di Indonesia dengan aneka kalimat yang kelewatan. Mungkin comment2 itu ditujukan kpd bahar dan genknya tapi diksinya general. Tapi yang fatal adalah mempopulerkan kata "numpang" tanpa menyadari konotasinya lisensi bagi diskriminasi. Ironis! Karena segelintir orang yang dipuja, tapi membayarnya dengan menjadi gawang segala caci maki seluruh habib dan seluruh keturunan Arab.

Baca Juga: Strategi Dirut PLN Amankan Pasokan Batu Bara Secara Jangka Panjang

Sungguh menyakitkan saat saya sejak masih jadi aktivis di kampus teriak NKRI harga mati, malah saya dan semua warga seetnis saya justru dipandang sbg penjajah dgn senjata agama. Kini target cacian itu tak hanya habib dan Arab tapi agama. Beberapa orang mulai berani mencemooh Islam sebagai agama import.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mereduksi Potensi Korupsi IT Pemerintah

Minggu, 17 Juli 2022 | 11:25 WIB

Membangun Jangkar Kaum Nasionalis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:45 WIB

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB

Arifin Panigoro: Mengingat Pengusaha Hebat

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:30 WIB

Gerakan Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Minggu, 20 Februari 2022 | 16:35 WIB
X