Sang Akademisi yang Moralis

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB
Dosen UNJ yang laporkan dua anak Jokowi, Ubedilah Badrun, sebut langkahnya laporkan Gibran dan Kaesang merupakan cara beradab negara modern.  (/Instagram.com/@Ubedilahbadrun.offcial)
Dosen UNJ yang laporkan dua anak Jokowi, Ubedilah Badrun, sebut langkahnya laporkan Gibran dan Kaesang merupakan cara beradab negara modern. (/Instagram.com/@Ubedilahbadrun.offcial)

STRATEGI.ID - Viralnya berita tentang pelaporan dugaan KKN yang di lakukan oleh dua orang anak Presiden Jokowi oleh Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bung Ubedilah Badrun, menuai berbagai tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Dari mulai yang menganggap hal yang dilakukan sang akademisi Ubedilah Badrun  ini, adalah semata dugaan liar saja, bahkan ada yang menuduh sang akademisi ini sedang menari dari gendang politik yang dimainkan para politisi jelang tahun politik Kontestasi Presiden 2024.

Sampai dengan yang secara benderang mengatakan bahwa yang bersangkutan Ubedilah Badrun adalah simpatisan dari partai PKS.

Baca Juga: Jangan Salah Paham, Ini Dia 5 Kota Paling Macet di Indonesia, Jakarta Bukan Urutan Kota Pertama Loh!

Namun ada juga yang menilai bahwa laporan seperti ini, adalah hal biasa saja, sepanjang yang melaporkan dengan keyakinan intelektualnya, bahwa ada peristiwa ketidakbenaran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus di luruskan.

Filosofi kaum akademisi sangatlah sederhana, bahwasannya “Bisa Salah, tapi TIDAK boleh Berdusta”. Karena itu, menurut saya, seorang akademisi sekualitas Ubedilah Badrun tentulah sangat mengerti dan memahami makna dari Filosofi tersebut, baik secara tersirat maupun secara tersurat.

Sudah lebih dari 25 tahun saya mengenal dan berinteraksi dengan Bung Ubedilah Badrun ini, baik sesama sebagai aktivis Gerakan organik, maupun sebagai sesama akademisi.

Baca Juga: Anak Buruh Pabrik Ketabrak Motor Saat Berangkat Ngaji, Pendarahan di Otak Berharap Donasi Biaya Operasi

Dalam interaksi dan bekerjasama sebagai aktivis Gerakan mahasiswa organik, yang tergabung dalam organ Gerakan Mahasiswa “Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Se-Jakarta” (FKSMJ), yang berdiri sejak tahun 1994, dan penulis adalah salah satu inisiator berdirinya FKSMJ ini, dimana FKSMJ ini adalah sebuah organ Gerakan mahasiswa yang melakukan perlawanan terhadap Rezim Orde Baru yang otoriterian dan telah menyimpang dalam menjalankan Pemerintahan secara konstitusional.

Puncak dari Gerakan 98 yang menentang rezim Orde Baru adalah pendudukan Gedung DPR/ MPR RI yang diawali dan dimotori oleh Organ Mahsiswa FKSMJ ini yang dimulai pada tanggal 16 Mei 1998, yang kemudian berujung pada lengsernya Prersiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Dan Bung Ubedilah Badrun adalah salahsatu tokoh yang ada di dalamnya.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membangun Jangkar Kaum Nasionalis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:45 WIB

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB

Arifin Panigoro: Mengingat Pengusaha Hebat

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:30 WIB

Gerakan Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Minggu, 20 Februari 2022 | 16:35 WIB

Melodrama ARB dan Golkar

Senin, 14 Februari 2022 | 18:00 WIB

Imajinasi Geopolitik Sukarno

Minggu, 13 Februari 2022 | 18:05 WIB
X