• Minggu, 23 Januari 2022

Sang Akademisi yang Moralis

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB
Dosen UNJ yang laporkan dua anak Jokowi, Ubedilah Badrun, sebut langkahnya laporkan Gibran dan Kaesang merupakan cara beradab negara modern.  (/Instagram.com/@Ubedilahbadrun.offcial)
Dosen UNJ yang laporkan dua anak Jokowi, Ubedilah Badrun, sebut langkahnya laporkan Gibran dan Kaesang merupakan cara beradab negara modern. (/Instagram.com/@Ubedilahbadrun.offcial)

STRATEGI.ID - Viralnya berita tentang pelaporan dugaan KKN yang di lakukan oleh dua orang anak Presiden Jokowi oleh Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bung Ubedilah Badrun, menuai berbagai tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Dari mulai yang menganggap hal yang dilakukan sang akademisi Ubedilah Badrun  ini, adalah semata dugaan liar saja, bahkan ada yang menuduh sang akademisi ini sedang menari dari gendang politik yang dimainkan para politisi jelang tahun politik Kontestasi Presiden 2024.

Sampai dengan yang secara benderang mengatakan bahwa yang bersangkutan Ubedilah Badrun adalah simpatisan dari partai PKS.

Baca Juga: Jangan Salah Paham, Ini Dia 5 Kota Paling Macet di Indonesia, Jakarta Bukan Urutan Kota Pertama Loh!

Namun ada juga yang menilai bahwa laporan seperti ini, adalah hal biasa saja, sepanjang yang melaporkan dengan keyakinan intelektualnya, bahwa ada peristiwa ketidakbenaran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus di luruskan.

Filosofi kaum akademisi sangatlah sederhana, bahwasannya “Bisa Salah, tapi TIDAK boleh Berdusta”. Karena itu, menurut saya, seorang akademisi sekualitas Ubedilah Badrun tentulah sangat mengerti dan memahami makna dari Filosofi tersebut, baik secara tersirat maupun secara tersurat.

Sudah lebih dari 25 tahun saya mengenal dan berinteraksi dengan Bung Ubedilah Badrun ini, baik sesama sebagai aktivis Gerakan organik, maupun sebagai sesama akademisi.

Baca Juga: Anak Buruh Pabrik Ketabrak Motor Saat Berangkat Ngaji, Pendarahan di Otak Berharap Donasi Biaya Operasi

Dalam interaksi dan bekerjasama sebagai aktivis Gerakan mahasiswa organik, yang tergabung dalam organ Gerakan Mahasiswa “Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Se-Jakarta” (FKSMJ), yang berdiri sejak tahun 1994, dan penulis adalah salah satu inisiator berdirinya FKSMJ ini, dimana FKSMJ ini adalah sebuah organ Gerakan mahasiswa yang melakukan perlawanan terhadap Rezim Orde Baru yang otoriterian dan telah menyimpang dalam menjalankan Pemerintahan secara konstitusional.

Puncak dari Gerakan 98 yang menentang rezim Orde Baru adalah pendudukan Gedung DPR/ MPR RI yang diawali dan dimotori oleh Organ Mahsiswa FKSMJ ini yang dimulai pada tanggal 16 Mei 1998, yang kemudian berujung pada lengsernya Prersiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Dan Bung Ubedilah Badrun adalah salahsatu tokoh yang ada di dalamnya.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agama Sebagai Nilai Sakral Bukan Alat Politik Praktis

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sikap DPD RI terkait RUU Ibu Kota Negara Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:00 WIB

DPR harus Tolak Pengesahan RUU IKN

Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB

Partai Politik Versus Partai Relawan

Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sang Akademisi yang Moralis

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB

Dukungan dan Kritik Untuk Habib Kribo

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:40 WIB

Antara Filosofi, Ruh Rakyat dan Penjilat

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Politik Sekedarnya, Perkawanan Selamanya

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB

Langkah Ubedilah Badrun Membangun Moral Bangsa

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:30 WIB

Berkumpulnya Semangat Perlawanan

Senin, 10 Januari 2022 | 10:00 WIB

Bahaya Hoax Dan Perlunya Tindakan Hukum

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:00 WIB

Polri Harus Tetap Di Bawah Langsung Presiden

Senin, 3 Januari 2022 | 17:00 WIB

KPK Dijadikan Permanen, Indonesia Menjadi Raya

Minggu, 2 Januari 2022 | 18:00 WIB

PT 0 Persen Tindakan Ego Politik

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:00 WIB
X