• Jumat, 20 Mei 2022

Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

- Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB
Bamsoet menyukai modifikasi mobil  (Pic: NMAA)
Bamsoet menyukai modifikasi mobil (Pic: NMAA)
STRATEGI.ID - Mengingat kembali Partai Golkar sebagai ruang terbuka para profesional di bidang masing-masing dan aktifis yang memiliki nilai akademis. Setelah berbincang dengan sesepuh Golkar, ternyata pengusaha masuk Golkar baru belakangan setelah tiga mesin partai, yaitu ABRI, Beringin (Korpri), dan Golongan Karya sudah mulai bekerja.
 
Pengusaha masuk Golkar dan lanjut ke MPR dipelopori tiga orang tokoh senior pengusaha. Kini saya yang merupakan orang di luar Golkar melihat, Partai Beringin terkesan dikuasai para pengusaha. Rasa-rasanya hanya mereka yang punya banyak uang dan pengaruh yang bisa masuk ke Golkar.
 
Ternyata dulu tidak seperti itu. Dulu Golkar adalah ruang terbuka bagi mereka yang memiliki integritas dan menjadi kuping dan lidah bagi masyarakat, menghubungkan rakyat dan pemerintah.
 
 
Saya tidak terlalu mengenal kekuatan politik yang pernah menguasai pemerintahan selama 32 tahun itu. Saya hanya pernah beberapa kali mengikuti kegiatan AMPG dan AMPI. Itu pun hanya bersifat partisan saja, tidak sampai masuk menjadi anggota apalagi jadi pengurus.
 
Mendengar penjelasan dari para sesepuh Golkar membuat hati saya agak sedikit tertarik untuk masuk sayap-sayap partai. Tetapi apakah bisa, anak seperti saya masuk partai 'seelit' Golkar? Meski katanya Golkar partai milik rakyat, tetapi serasanya prilaku elit Golkar tidak mencerminkan wajah rakyat Indonesia pada umunya. Mungkin ini bukan hanya berlaku bagi Golkar saja, tetapi juga bagi seluruh partai yang mengatas namakan rakyat jelata, kaum marhaen, murba, atau 'wong cilik'.
 
Sudah saatnya partai-partai di Indonesia melakukan reformasi internal. Dari partai yang memposisikan diri eksklusif, menjadi terbuka. Menjadi rumah bagi aspirasi rakyat, bukan sekadar menjadi penyakur nafsu kekuasaan segelintir oknum pengurus partai. (Amos Sury El Tauruy, S.Sos.,M.A.P)***
 
Disclamer : Tulisan ini sudah tayang di Sitnas.com pada tanggal 26 November 2017 dengan judul Kembalikan Golkar Pada Aktivis dan Profesional

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB

Arifin Panigoro: Mengingat Pengusaha Hebat

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:30 WIB

Gerakan Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Minggu, 20 Februari 2022 | 16:35 WIB

Melodrama ARB dan Golkar

Senin, 14 Februari 2022 | 18:00 WIB

Imajinasi Geopolitik Sukarno

Minggu, 13 Februari 2022 | 18:05 WIB

HPN 2022, 76 Tahun PWI dan Kelahiran SMSI

Kamis, 10 Februari 2022 | 12:00 WIB
X