• Kamis, 11 Agustus 2022

Menerka Sikap Indonesia Abstain di Voting PBB Terkait Penangguhan Rusia, Demi Menghadirkan Semua Pihak di G20

- Rabu, 13 April 2022 | 04:15 WIB
Indonesia Abstain di Sidang Umum PBB untuk Resolusi Penangguhan Rusia (NET)
Indonesia Abstain di Sidang Umum PBB untuk Resolusi Penangguhan Rusia (NET)

STRATEGI.ID - Keputusan RI abstain di voting Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penangguhan Rusia dari Dewan HAM dinilai tepat. Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, bicara sejumlah keuntungan RI abstain di voting tersebut.

Rezasyah mengungkap salah satunya adalah membuka dialog RI dengan Rusia. Dia menilai RI setidaknya tidak mencerca Rusia terkait dugaan pelanggaran HAM.

"Keputusan abstain memungkinkan RI berdialog secara lebih mendalam dengan pemerintah Rusia, yang saat ini berada dalam kesulitan yang sangat besar. Sikap RI ini setidaknya menempatkan RI sebagai tidak mencerca praktik hak asasi manusia yang terjadi di wilayah konflik," kata Rezasyah kepada wartawan, Jumat (08/04/22).

Baca Juga: China Menentang Penangguhan Rusia Dari Dewan HAM PBB

"Abstain berarti juga RI memberikan kesempatan kepada Rusia untuk menjelaskan masalah HAM yang sebenarnya terjadi di wilayah Ukraina, termasuk mengkritisi metode pembuktian yang selama ini digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, yang belum tentu obyektif," lanjutnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyatakan, Sabtu (09/04/22), sikap Indonesia memilih abstain dalam Sidang Majelis Umum PBB terkait penangguhan keanggotaan Rusia di Dewan HAM PBB, tidak bisa diartikan bahwa Indonesia tidak memiliki keprihatinan yang mendalam atas apa yang terjadi di Bucha, Ukraina.

Faizasyah menambahkan, keputusan abstain itu diambil karena sebelumnya sudah ada gagasan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membentuk tim investigasi independen yang akan menyelidiki dugaan kejahatan perang yang terjadi di Ukraina.

Baca Juga: Pasca Penangguhan di Dewan HAM PBB, Rusia Balas Dengan Menutup Kantor Amnesty Internasional dan Human Rights W

"Jadi akan lebih baik bila komisi tersebut diberi kesempatan untuk melakukan investigasi. Barulah kita memberikan satu sikap di forum-forum internasional. Karena kita tidak ingin ada satu preseden yang kemudian seakan-akan kita menghakimi sebelum investigasi dilakukan," kata Faizasyah.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mereduksi Potensi Korupsi IT Pemerintah

Minggu, 17 Juli 2022 | 11:25 WIB

Membangun Jangkar Kaum Nasionalis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:45 WIB

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB

Arifin Panigoro: Mengingat Pengusaha Hebat

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:30 WIB

Gerakan Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Minggu, 20 Februari 2022 | 16:35 WIB
X