• Jumat, 30 September 2022

Pancasila…Ramai Dibicarakan, Sepi Diterapkan!

- Rabu, 1 Juni 2022 | 11:00 WIB
Erros Djarot / Budayawan, Ketua Umum Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) (Tangkapan layar YouTube NCB Indonesia)
Erros Djarot / Budayawan, Ketua Umum Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) (Tangkapan layar YouTube NCB Indonesia)

STRATEGI.ID - Setiap menjelang dan pada hari lahirnya Pancasila, 1 Juni, di seluruh penjuru Tanahair Pancasila ramai dibahas, dibicarakan, dan diseminarkan. Badan yang mengurusi pernak pernik seputar masalah Pancasila pun, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), extra dibentuk atas nama negara.

Selanjutnya, Pancasila pun dengan perwajahan kosmetika yang indah, ditampilkan di atas panggung kehidupan berbangsa dan bernegara lewat berbagai perhelatan seremonial yang begitu marak memukau.

Pendek kata, menjelang 1 Juni dan di hari H perayaan kelahiran Pancasila ini, ia disanjung, dipuja, dan menjadi primadona dan tema sentral setiap pembicaraan maupun pidato para pemimpin lewat sejumlah retorika politik seputar Pancasila.

Baca Juga: Thomas Doll Apresiasi Tekad Para Pemain Persija Jakarta

Tapi ada satu hal yang mengagumkan, seluruh perhelatan selalu saja berakhir dengan hasil yang konsisten, sama! Yakni; dikurungnya Pancasila di dalam sangkar emas sebagai hiasan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat disakralkan.

Saking suksesnya pensakralan Pancasila yang dikurung rapih dalam sebuah sangkar emas poitik kekuasaan, Pancasila pun menjadi tak tersentuh dan terjamah.

Apalagi tumbuh hidup dan berkembang dalam kehidupan rakyat sehari-hari. Kewajiban yang ditekankan oleh para pemimpin kepada rakyatnya hanyalah menghafal dan lancar melafal Pancasila secara tekstual.

Oleh karenanya dalam kerangka kontekstual, kehidupan keseharian kita sebagai bangsa berjalan dalam banyak hal tak sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh setiap sila dari kelima sila sebagai pandangan hidup kita sebagai bangsa.

Baca Juga: Persija Jakarta vs Sabah FC Akan Berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi

Salah satu penyebab utama mungkin karena hingga hari ini belum ada cara yang ditawarkan oleh para pemimpin kita; bagaimana cara menumbuh kembangkan Pancasila di atas tanah yang sepenuhnya disuburkan oleh Liberalisme, Individualisme, dan Kapitalisme.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memahami Alur Terbentuknya Harga BBM di Konsumen

Selasa, 27 September 2022 | 19:00 WIB

Usulan Tak Cerdas Elit Politik

Senin, 19 September 2022 | 22:15 WIB

Saatnya Politik Keadaban Menjadi Gagasan

Senin, 12 September 2022 | 15:45 WIB

Gempa Bertubi, Dua Dandim, Satu Komando

Senin, 12 September 2022 | 11:30 WIB

Mereduksi Potensi Korupsi IT Pemerintah

Minggu, 17 Juli 2022 | 11:25 WIB

Membangun Jangkar Kaum Nasionalis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:45 WIB

Adian Napitupulu: Tidak Semua Melupakan Mereka

Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Jokowi Kecewa dan Terluka

Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Indonesia, Surga Metaverse Terbesar Di Dunia

Jumat, 8 April 2022 | 21:15 WIB

Polemik IDI dan Dr Terawan, Siapa yang salah ?

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:00 WIB

ILMU PERTAHANAN

Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet Tak Penting bagi Rakyat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:30 WIB
X