• Minggu, 26 September 2021

Dosa Besar Reformasi '98 Yang Belum Tertebus

- Kamis, 21 Mei 2020 | 12:00 WIB
IMG-20200520-WA0085
IMG-20200520-WA0085


Strategi.id - (Catatan Kecil di 22 Tahun Reformasi) 18 Mei 1998, Mahasiswa dari berbagai kampus sudah mulai merengsek bergerak ke Senayan. Secara bergelombang, mahasiswa terus mengalir datang ke Gedung MPR/DPR dengan tekad untuk duduki.





Dengan suasana Indonesia masih mencekam atas aksi kerusuhan sosial yang meletus tanggal 13 Mei, mahasiswa sudah siap mewakafkan dirinya untuk jadi tumbal perubahan mengakhiri rejim Soeharto yang otoriter, militeristik dan korup.
Tekad ini semakin membara di dada kami ketika teman-teman kami tewas pada aksi unjuk rasa di Trisakti 12 Mei 1998 yang menewaskan empat orang mahasiswa.





Pada rapat mahasiswa dibuat kesepakatan. Jika gelombang pertama dibantai, maka disusul gelombang kedua akan jadi martir selanjutnya. Jika gelombang kedua juga dibantai, maka datang gelombang ketiga menyusul dan seterusnya sampai Soeharto benar-benar tumbang.





Mahasiswa Indonesia sudah siap seperti peristiwa pembantaian di Lapangan Tiananmen oleh pasukan bersenjata Tiongkok pada rangkaian aksi demonstrasi dipimpin mahasiswa tahun 1989.





Pilihan mati bukan hal yang mustahil terjadii. Presiden Soeharto yang terkenal kejam dan seorang jenderal berdarah dingin tidak pernah kompromis terhadap pihak yang mengrongrong kekuasaan yang sudah dimilikinya 32 tahun.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X