• Sabtu, 18 September 2021

Taman Sari Internasionalisme dan Nasionalisme; Kesetaraan Bangsa dan Negara Merdeka!

- Jumat, 22 Mei 2020 | 23:30 WIB
IMG-20200522-WA0078
IMG-20200522-WA0078


Strategi.id - “Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme”. Pidato Sukarno di Sidang BPUPK 1 Juni 1945.





Pascaruntuhnya Uni Soviet pada 1991, yang didahului dengan unifikasi Jerman (peristiwa runtuhnya tembok Berlin) peta geopolitik dunia mengalami pergeseran. Amerika Serikat didaulat menjadi pemenang perang dingin, mengalahkan Uni Soviet.





Liberalisme dan kapitalisme diklaim sebagai sistem yang paling sempurna dan patut diadobsi oleh negara-negara di dunia. Demokrasi dontstruksikan menurut pemahaman tunggal yang dianut oleh Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa.





Hingar bingar kemenangan Amerika Serikat dalam perang dingin, santer mulai redup. China yang dahulu dianggap anak bawang mengekor Uni Soviet, muncul sebagai pesaing Amerika Serikat pada awal 2000-an. Negara-negara dengan kekuatan ekonomi dan aliansi ekonomi baru seperti BRICS mulai tampil ke kanca pertarungan global.





Namun, harus tetap diakui rezim-rezim keuangan dan moneter yang telah lebih dahulu dibentuk melalui sistem Bretton Woods warisan JM Keyness dianggap masih sulit tergantikan. Posisi Amerika Serikat sebagai pemain tunggal dalam bidang pertahanan, keamanan dan ekonomi, mungkin saja terguncang dengan kehadiran China. Namun, kaki-kaki Negeri Paman Sam masih kuat dengan kuda-kudanya di seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB

Upaya Menegasi Esensi Reformasi 1998

Selasa, 22 Juni 2021 | 09:00 WIB
X