• Rabu, 27 Oktober 2021

Taman Sari Internasionalisme dan Nasionalisme; Kesetaraan Bangsa dan Negara Merdeka!

- Jumat, 22 Mei 2020 | 23:30 WIB
IMG-20200522-WA0078
IMG-20200522-WA0078




Tatanan global seperti inilah yang dahulu sempat diprotes keras oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno. Jika diperbolehkan menafsirkan pemikiran Beliau dalam memandang dunia internasional, ketergantungan antara suatu negara terhadap negara lain adalah suatu hal yang ditentang oleh Sukarno.





Sukarno menginginkan negara-negara di dunia memiliki posisi setara, dan tidak ada lagi bentuk penjajahan dan imperialisme dalam bentuk apa pun. Ketergantungan merupakan penjajahan gaya baru. Ekor mengekor antara negara-negara dengan satu negara yang dianggap sebagai adik kuasa, merupakan imperialisme gaya moderen. Itu yang seharusnya ditentang dan diharamkan.





Sikap nyata Sukarno dalam menentang ketergantungan dan imperialisme gaya baru ditunjukan dengan menyelengarakan Konfrensi Asia Afrika, Menjadi salah satu penggagas Gerakan Non-Blok, dan mempelopori Confrence New Emergence Forces (Conefo). Meski terkesan membuat blok baru dalam tatanan dunia internasional, itu merupakan blok dibentuk dengan menjunjung tinggi kesataraan di antara anggota-anggotanya.





Pada masa perang dingin, para Pendiri Bangsa kita memiliki tekad kuat untuk tidak bergabung ke dua blok yang berseteru (Blok Timur dipimpin Uni Soviet dan Blok Barat dikomando Amerika Serikat). Wakil Presiden Drs. M. Hatta melahirkan istilah “mendayung di antara dua karang”, itulah yang menjadi pandangan politik luar negeri Indonesia.





Pada era-milenials, peta politik global tidak lagi didominasi oleh dua karang. Pascaperang dingin, bermunculan karang-karang lain yang dahulu eksistensinya tertutup oleh dua karang besar. Karang lain seperti, sistem (New) Bretton Woods, The Asian Infrastructure Invetment Bank (AIIB), Amerika Serikat, China, isu-isu lingkungan, isu-isu HAM, dan lain sejenisnya.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Ketika Terbang Wajib PCR

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Manusia Silver

Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Korupsi, Nilai Agama dan Kompartementalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 18:00 WIB

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X