• Minggu, 26 September 2021

Panca Sila: Sudah Skripsi, Belum Ujian Praktikum

- Minggu, 31 Mei 2020 | 12:00 WIB
IMG-20200531-WA0040
IMG-20200531-WA0040


Strategi.id - Negara ini, seperti ditulis sejarah telah selesai membahas Panca Sila dari aspek filsafat historis dan filsafat materialismenya. Diawal kemerdekaannya, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), meski dikepung oleh keinginan dan cita-cita mendirikan negara dengan syariat Islam, dorongan yang ingin menjadikannya sebagai negara yang berhaluan komunis internasional (komintern) dan atau menjadi beberapa negara bagian (federation state) berdasarkan perspektif kapitalisme global.





Dinamika dan pergumulan ideologi yang diwarnai kekecewaan, ketidakpuasan dan potensi ancaman memisahkan diri terhadap eksistensi negara kesatuan. Melalui musyawarah yang dilandasi oleh kebesaran jiwa dan mengedepankan kepentingan bersama untuk memelihara dan merawat kemerdekaan Indonesia untuk mencapai tujuan nasional. Pada akhirnya para Pendiri Bangsa mampu bermufakat dengan pikiran dan sikap negarawan. Pancasila melewati ujian pertamanya sesaat sebelum ditetapkan sebagai dasar negara dan falsafah bangsa.





Kini, setalah melewati masa-masa pergolakan mempertahankan kemerdekaan, menghadapi gerakan makar, konflik dalam pembangunan politik dan ekonomi hingga kecelakaan-kecelakaan sejarah dalam transisi kepemimpinan nasional.





Panca Sila tak pernah usai menjadi polemik kebangsaan. Selain terlalu mahalnya ongkos sosial membangun Indonesia namun tak kunjung mewujudkan kesejahteeraan. Gugatan terhadap keberadaan Panca Sila yang terbelenggu oleh gurita kapitalisme, dalam bayang-bayang cengkeraman komunisme yang laten atau juga menyeruaknya hasrat syariat Islam. Kini semua bercampur aduk berkecamuk dalam pentas kebangsaan Indonesia, seolah menafikan keberadaan Panca Sila. Anasir dan berbagai konspirasi itu justru tumbuh subur lebih karena, negara gagal melakukan transformasi nilai-nilai Panca Sila sebagai habit kebangsaan kita. Negara tak berhasil memframing ke-Indonesiaan kita dalam roh Pancasila, keadilan NKRI, dan UUD 1945 yang memihak rakyat. Secara integral kholistik, negara gagal membangun karakter nasional bangsa (nation and character building).





Kenapa negara gagal membumikan Panca Sila di segenap tumpah darah Indonesia?. Mengapa negara tak berdaya melaksanakan Panca Sila yang sudah menjadi konsensus nasional dalam negara kita?. Kenapa juga Panca Sila hanya ada sebagai simbol, sekedar sebagai hiasan dan figura di dinding kantor-kantor pemerintahan dan gedung sekolah?. Atau sekedar ada dalam pendidikan moral dan penataran?. Miris ya lagi, mengapa Panca Sila cuma dimaknai dan diinsafi sebagai jargon-jargon nasionalisme saja, sekedar teori dan hapalan?.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X