• Senin, 20 September 2021

Menabuh Gendang, Siapa Memainkan dan Dimainkan?

- Jumat, 26 Juni 2020 | 14:00 WIB
IMG-20200626-WA0030
IMG-20200626-WA0030


Strategi.id - strategi.id/tag/PDIP">PDIP kembali dikelilingi prahara. Setelah bertubi-tubi dianggap dibalik layar kebijakan negara yang tidak populis dan cenderung menyengsarakan rakyat. Sebagai partai pemenang pemilu, kini dihujat sebagai partai komunis. Setidaknya disinyalir partai yang didalamnya berkerumun orang-orang PKI. Sama halnya dengan Bung Karno ditengah pemerintahannya bersama PNI-yang menjadi salah-satu cikal-bakal strategi.id/tag/PDIP">PDIP, dituding PKI dan akhirnya menggulingkan kekuasaannya. Seperti menjadi siklus sejarah, ia terus berulang dalam alur cerita dan skenario yang "up to date".





Belum lama, baru saja terjadi peristiwa pembakaran bendera partainya saat berkuasa. Sejauh ini Megawati Soekarno Putri selaku pimpinan partai dan orang berpengaruh dalam roda pemerintahan, tidak menunjukkan sikap reaksioner dan seperti biasa mengedepankan aturan main konstitusi dengan mengedepankan pendekatan jalur hukum. Megawati orang yang selalu berhati-hati dan terbiasa memimpin dibawah tekanan. Tapi ia selalu berusaha belajar dari sejarah, mencari jalan tengah, dan seperti Bapaknya bertahan pada ideologi dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa diatas segalanya.





Terdzalimi jauh sebelumnya dan tertindas pada peristiwa 27 Juli 1996 , hingga menyebabkan kematian beberapa kadernya saat berhadapan dengan penguasa otoriter dan repressif. PDI P tetap tenang dan tidak terprovokasi. Itulah hebatnya strategi.id/tag/PDIP">PDIP dan tidak semua partai mampu melakukannya. Mungkin dari situlah Megawati bisa bercermin dan mengambil langkah-langkah strategis mengelola PDI P sekaligus perspektif kenegaraannya dalam situasi yang boleh dibilang lumayan genting dan krusial ini. Terutama ditengah mosi ketidakpercayaan dan hujatan kebencian yang terorganisir sebagian besar rakyat kepada pemerintahan sekarang. Terlebih dengan opini yang semakin besar terbentuk bahwa PDI P anti Islam.





Pegalaman penderitaan panjang dan intim dengan kesabaran itu, memang membentuk karakter dan kebesaran partainya. Meskipun dalam perjalanan partai selalu saja ada orang dalam yang menggerus partainya. Menjadi penghianat partai dan berusaha, menghancurkannya dari dalam.





PDI P memang rentan dibonsai oleh orang luar yang berada di dalam. Cara itu yang dianggap efisien dan efektif oleh kepentingan terselubung, setelah intervensi dari luar baik mobilisasi isu dan tekanan politik selama ini belum berhasil mengebiri PDI P.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X