• Kamis, 23 September 2021

TERORIS dan FPI

- Jumat, 2 April 2021 | 00:00 WIB
Husni fals 20180906_200125
Husni fals 20180906_200125

Strategi.id - Tragedi Bom bunuh diri di Makassar beberapa hari lalu serta kejadian di Mabes Polri menyita pikiran banyak kalangan, baik dari dalam maupun dari luar Negeri.

Dari dalam Negeri, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siraj langsung bersikap secara keras dan terang terangan bahwa faham Wahabi dan Salafi adalah pintu masuk lahirnya para teroris.

Sementara itu Pengamat Terorisme Sidney Jones membangun analisa seolah olah terorisme adalah kelompok yang secara konspiratif sengaja dibentuk dengan tujuan tertentu, bahkan dirinya tidak yakin pelaku Bom Bunuh diri di Makassar bekaitan dan atau terkait dengan Front Pembela Islam (FPI).

Sementara data Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan ada rekam jejak sang Pelaku pernah dibaiat di FPI

Melihat fenomena teror yang dilakukan secara Global dihampir setiap Negara oleh sekelompok orang dengan mengatasnamakan Agama tertentu, adalah gagalnya pemahaman mereka terhadap Agama itu sendiri.

Karena Agama selalu mengajarkan tentang Cinta dan Kasih Sayang. Cinta terhadap Tuhan-Nya dan Agama, harusnya melahirkan sikap penuh kasih sayang.

Apalagi Islam adalah Agama yang sedari awal ketika Nabi Muhammad s.a.w diutus kemuka bumi pertama kali diperintahkan untuk mengajarkan tentang Akhlaq, Sikap dan Prilaku, Peradaban Manusia.

Front Pembela Islam bessutan Habib Rizik Sihab telah terjebak dalam permainan tentang bagaimana mengkonstrusikan pemahaman Agama Islam karna FPI telah "berkolaborasi" dengan Ustazd Bazir salah satu tokoh penting didalam jaringan "Terorisme" yang mengatasnamakan Kebenaran atas Agama.

Belum usai pengusutan kasus Bom bunuh diri Makassar, hanya berselang dua hari teror susulan terjadi didalam Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia yang semestinya Markas tersebut jauh dari rasa takut karena pengamanan super ketat dan ironisnya teror dengan aksi penembakan ala film itu dilakukan oleh seorang Wanita berusia produktif.

Dimana seusia pelaku semestinya dimamfaatkan untuk hal hal kreatif dalam rangka mempersiapkan dirinya sebagai calon Pemimpin Perempuan masa depan, namun pemahaman yang salah tentang Islam membuatnya bertindak bertentangan dengan Agama Islam itu sendiri.

Front Pembela Islam sebagai organisasi yang telah dinyatakan terlarang oleh Pemerintahan Jokowi - Makruf suka atau tidak suka, mau atau tidak mau bahkan mungkin tanpa disadari oleh para petinggi FPI, organisasi tersebut telah "TERSERET" dan atau "DISERET" kedalam kubangan aksi terorisme lokal bahkan internasional dengan dikaitkan dengan dukungan kepada ISIS "bentukan" Amerika.

Tanpa disadari oleh petinggi FPI bahwa ISIS adalah bentuk propaganda Amerika terhadap Islam. Hal tersebut diperkuat oleh salah satu pernyataan Habib Rizik Sihab: Hal yang baik dari ISIS akan diambil sebagai pedoman dalam perjuangan melawan kemungkaran diatas bumi Indonesia Raya.

Pernyataan HRS tersebut satu diantara beberapa fakta telah membuat FPI blunder. Maka solusi yang paling mungkin dilakukan saat ini adalah: Bersatu padu membenahi SDM (Sumber Daya Manusia) Muslim dan Muslimah Indonesia khususnya dalam rangka meluruskan tetang pemahaman terhadap Islam itu sendiri, karna Islam itu RAMAH bukan MARAH. Sekian..!

Penulis Oleh: M Husni Mubarok (Tokoh Muda NU Kultural)

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X