• Minggu, 26 September 2021

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
IMG-20210731-WA0018
IMG-20210731-WA0018

Strategi.id - Dalam Ilmu dasar epidemiologi, ada istilah kesetimbangan antara Agent, Host & Environment. Ini yang harus dijaga. Ketiga komponen tersebut berinteraksi antara satu dan lainnya.

Pandemi Covid-19 saat ini, tentunya dalam hal ini SARSCov2 sebagai agen penyakit Covid-19 dan Host adalah manusia sebagai penjamu,. dan lingkungan sebagai pendukung interaksi ketiga komponen tersebut.

Jadi, jika kita pahami pola virus mengikuti pola host (manusianya). Dalam terminologi ini, sangat mudah kita menjawab, kapan pandemi ini berakhir, jawabanya ketika manusianya sudah dapat beradaptasi dengan cerdas terhadap agent yang ada.

Ketika kita bicara mutasi, juga seperti itu. Virus tidak berdiri sendiri, virus butuh inang, dan inang adalah penjamu (host). Jadi, semakin banyak penularan, potensi mutasi juga besar terjadi. Untuk menghindari terjadi mutasi, kendalikan hostnya (manusia),, supaya tidak terjadi penularan dan tentunya juga tidak terjadi mutasi.

Disisi lain, mutasi juga bisa terjadi padan hewan., ini juga menjadi perhatian juga kedepan. Kalau manusianya tidak mau diatur melalui pembatasan yang dilakukan, beradaptasilah dengan cerdas, dengan memahami faktor risiko, jalur pemajanan serta mematuhi protokol kesehatan dengan cerdas.

Tatangan lain, zaman revolusi industri 4.0 atau 5.0 saat ini tidak dipungkiri memang infodemi yang tidak benar (missinformasi, disinformasi dan malinformasj) diterima masyarakat yang akan mempengaruhi pengetahuan, sikap dan tindakan manusia (host) berperilaku yang tidak aman setiap aktivitas dilakukan selama pandemi ini. Infodemi yang tidak benar, jelas menjadi ancaman nyata saat ini dan akan datang.

Tanpa disadari, upaya pengendalian pandemi saat sekarang, sangat dipengaruhi infodemi yg menyesatkan ini. Jadi, ini bisa disimpulkan penyebab Covid-19 tidak hanya SARSCov2 tetapi juga missinformasi, disinformasi dan malinformasi yang seolah-olah dikemas ilmiah.

Kedepan, pemerintah harus mengubah strategi penanganan dan pengendalian wabah ini. Perlu solidaritas bersama, panutan untuk menyamakan persepsi mengenai wabah ini. Koordinasi dan konstribusi pendekatan berbagai bidang ilmu diperlukan saat ini. Yg perlu diatur bukan virusnya, tetapi manusianya dan informasinya. Ahli inilah yang saat ini dicari, yg mampu membuat strategi mengatur dan memberikan bekal pada manusia (host) agar mampu beradaptasi dengan cerdas kedepan, ketika kita semua menginginkan produktivitas ekonomi, sosial dan keagamaan tetap terus berjalan kedepan. Wallahuallam.

Penulis Oleh: Defriman Djafri /
Dekan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas
/Ketua, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (Sumbar).

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Membawa Anak ke Mal Saat PPKM , Apa Pentingnya?

Kamis, 23 September 2021 | 12:45 WIB

Gabriella Maelani

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Kartu Prakerja "Rumah Cokro Raksasa" di Era Digital

Minggu, 19 September 2021 | 20:00 WIB

Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Minggu, 19 September 2021 | 13:05 WIB

Proyek Strategis MBTK yang Tersandera

Kamis, 9 September 2021 | 11:30 WIB

Urgensi PPHN dan Visi Indonesia 2045

Sabtu, 4 September 2021 | 08:55 WIB

Keadilan Sosial Sebagai Pondasi Kemajemukan

Kamis, 2 September 2021 | 08:20 WIB

Konsolidasi Demokrasi di Era Pandemi

Rabu, 1 September 2021 | 10:35 WIB

Ekulibrium Pandemi dan Infodemi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:00 WIB
X