Kultum Anti Korupsi: Melalui Sebutir Kurma, Rasulullah SAW Ajak Umatnya Untuk Berlatih Anti Korupsi Sejak Dini

- Senin, 25 April 2022 | 12:00 WIB
Komjen Pol (Purn) Drs. H. Firli Bahuri, M.Si Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Buku saku 30 Seri Kultum tentang Ramadan dan Pendidikan Anti-Korupsi ( (30 Kultum Anti Korupsi))
Komjen Pol (Purn) Drs. H. Firli Bahuri, M.Si Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Buku saku 30 Seri Kultum tentang Ramadan dan Pendidikan Anti-Korupsi ( (30 Kultum Anti Korupsi))

STRATEGI.ID - Sebuah hadis singkat padat dari Nabi Muhammad SAW menegaskan,

عن عدي بن حاتم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتَّقُوْا لنَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ. (رواه البخاري ومسلم)

“Jauhilah neraka, meskipun dengan sepotong kurma.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas juga dapat dipahami dengan, Ittaqillaha wa law bi syiqqi tamrah. Bertakwalah kepada Allah SWT meskipun hanya dengan sepotong buah kurma.

Meski singkat, namun hadis ini padat makna. Dalam istilah ilmu hadis, hal seperti ini disebut dengan jawami’ al-kalim. Nabi SAW mendidik umat Islam dari sebutir kurma.

Baca Juga: Ganda Putra Indonesia Terus Asa Kemampuan

Sebuah pendidikan yang sangat ramah lingkungan, berbasis lingkungan. Seandainya Nabi Muhammad SAW hidup di tanah air Indonesia, barangkali bunyi hadis itu akan lebih dahsyat lagi.Takutlah kepada Allah SWT meskipun hanya dengan sebutir beras.

Hadis tersebut seringkali dipahami dalam konteks kedermawanan. Bertakwalah kepada Allah SWT dengan bersedekah walaupun hanya dengan sepotong kurma. Dengan pemahaman semacam itu, kita seringkali juga berpikir bahwa kebaikan hanya terletak pada hal menyalurkan harta yang kita punya kepada hal-hal yang baik. Karena itu, kita juga jarang sekali memperhatikan asal muasal dan dari mana harta itu berasal.

Hadis di atas harusnya juga dipahami dalam konteks mendapatkan harta. Ia harus dibawa ke dalam pemahaman anti korupsi. Bahwa seseorang harus selalu waspada terhadap harta yang dia dapatkan, termasuk harta sekecil dan sesepele sepotong kurma, tetap harus diwaspadai dan bisa dipastikan kehalalannya.

Logikanya, di balik sebuah perintah maupun ancaman, pastilah ada perbuatan negatif yang melatarbelakanginya. Maka, dalam hal ini pemaknaan yang lebih tepat adalah takutlah kamu pada siksaan Allah SWT tidak sekedar mengucapkan sebutir, melainkan kurang dari itu, sepotongnya. Lalu, bagaimana dengan sekarung kurma? Dan bagaimana pula dengan sekarung uang? Tentu jauh lebih besar ancamannya.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Ubi Cilmebu untuk Kesehatan

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
X