• Selasa, 5 Juli 2022

Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim AS Yang Menyembelih Putranya Nabi Ismail AS

- Jumat, 10 Juni 2022 | 08:00 WIB
Ilustrasi kisah Nabi Ibrahim AS yang menyembelih putranya Ismail AS pada hari raya Idul Adha  (freepik)
Ilustrasi kisah Nabi Ibrahim AS yang menyembelih putranya Ismail AS pada hari raya Idul Adha (freepik)

STRATEGI.ID - Hari Raya Idul Adha sebentar lagi, banyak umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha dengan berqurban baik itu berupa hewan sapi, kerbau, kambing maupun domba, tau kah kalian sejarah dari berqurban itu apa. 

Sejarah berqurban bermula dari Nabi Ibrahim AS yang penyembelihan kepada putranya, Nabi Ismail, ialah bahwa Nabi Ibrahim telah berkurban 1000 kambing, 300 unta dan 100 unta di jalan Allah Swt. Kemudian orang-orang dan para malaikat kagum melihat itu, lalu Nabi Ibrahim Alaihis salam (AS) berkata:

“Semua yang telah dikorbankan, bukanlah apa-apa bagiku. Demi Allah, sekiranya aku mempunyai anak, niscaya aku sembelih di jalan Allah, dan aku korbankan kepada Allah SWT.”

Baca Juga: Pansel Calon Anggota Komnas HAM Diduga Bermasalah

Usai Nabi Ibrahim mengucapkan kalimat tersebut, lewatlah sekian lama, Ibrahim lupa akan kalimat yang diucapkannya itu. 

Suatu ketika, saat beliau datang ke Baitul Maqdis, beliau momohon kepada Allah SWT agar segera dikaruniai anak. Dan, akhirnya Allah SWT mengabulkan doanya. Anak itu pun dilahirkan dari Rahim ibunya, Siti Hajar. Dan anak tersebut diberi nama Ismail.

Saat anak tersebut berjalan bersamanya, yaitu ketika berusia 7 tahun dan ada yang mengatakan 13 tahun, Ibrahim bermimpi. Dalam mimpinya itu berbisik kalimat “tunaikanlah nadzarmu!”

Menurut Ibnu Abbas, mimpi tersebut terjadi ketika malam Tarwiyah saat Ibrahim sedang lelapnya tidur. Ia melihat dalam mimpinya itu ada seseorang yang berkata “Hai Ibrahim, tunaikanlah nadzarmu!” 

Baca Juga: Tangan Dingin Erick Thohir yang Profesional dan Amanah Terbukti Majukan BUMN

Pagi harinya, Ibrahim memikirkan mimpi tersebut. Apakah mimpinya itu dari Allah, ataukah dari setan? Begitu kira-kira yang dipikirkan oleh Ibrahim. Oleh sebab itu, disebutlah hari tarwiyah.
 
Sore harinya, ia bermimpi lagi dalam tidurnya. Mimpinya persis sama. Dan paginya, ia tahu bahwa mimpinya itu datang dari Allah. Oleh sebab itu, hari itu disebut hari arafah. 

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Ubi Cilmebu untuk Kesehatan

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
X