• Minggu, 28 November 2021

Jokowi Dorong Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia pada Global Covid 19 Summit

- Kamis, 23 September 2021 | 10:45 WIB
Presiden Jokowi mengikuti Global Covid-19 Summit secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 22 September 2021.  (Foto: BPMI Setpres/Lukas)
Presiden Jokowi mengikuti Global Covid-19 Summit secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 22 September 2021. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

STRATEGI.ID - Krisis Covid 19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global akibat Covid-19, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Oleh sebab itu, arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 September 2021, pada acara Global Covid 19 Summit yang digelar secara virtual.

“Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia seperti Covid 19 yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB Soal Pandemi dan Perdamaian Dunia

Menurut Presiden Jokowi, standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar tersebut antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi. Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.

Baca Juga: Manager Holywings Kemang Berstatus Tersangka, Kini Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

“Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global,” imbuhnya.

Terkait dengan vaksin, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan.

Baca Juga: Indonesia Sediakan Pelatihan bagi Nepal dan Madagaskar Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wamenkeu: EBT Adalah Masa Depan, Bukan Pilihan

Minggu, 14 November 2021 | 20:00 WIB

Geram, Penggemar Kritik Pedas Sinetron Ikatan Cinta

Selasa, 2 November 2021 | 12:00 WIB

Menhub Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Sanur Bali

Minggu, 31 Oktober 2021 | 18:00 WIB
X